BREAKING NEWS : Gugatan Yani Cs Terhadap Ibu Kandungnya Ditolak, Siti Rokayah: “Amih Memaafkan Yani”

Siti Rokayah alias Amih (83) berkursi roda saat akan mengikuti putusan persidangan di Pengadilan Negeri Garut, Rabu (14/6/17)***

GARUT, (GE).- Seluruh gugatan perdata senilai Rp 1,8 miliar yang dilayangkan Yani Suryani bersama Handoyo Adianto, suaminya, terhadap Siti Rokayah alias Amih (83) yang merupakan ibu dari Yani akhirnya resmi ditolak Pengadilan Negeri Garut. Prosesi pembacaan putusan pengadilan ini diketahui dalam sidang lanjutan yang digelar Pengadilan Negeri Garut, Rabu (14/6/17).

“Gugatan penggugat ditolak untuk seluruhya, dan pihak tergugat adalah pihak yang menang. Sementara penggugat adalah yang kalah,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri, Garut, Endratno Rajamai.

Endratno menjelaskan, seluruh gugatan perdata yang dilayangkan penggugat tidak memiliki dalil yang kuat untuk mempertahankan seluruh gugatannya. “Maka dengan itu gugatan harus ditolak,” tandasnya.


Dengan putusan majlis hakim tersebut, Amih dan Asep Rohendi selaku tergugat I dan II dinyatakan bebas dari seluruh gugatan materil sevesar Rp 1,8 miliar.

Eep Rusdiana, yang merupakan juru bicara keluarga Amih, mengatakan, putusan hakim tersbut cukup memuaskan pihak tergugat. “Alhamdulilah, kita bersyukur, hakim akhirnya menolak seluruh gugatan,” tuturnya.

Sementara itu. Amih yang tiba-tiba muncul menggunkan korsi roda di persidangan, mengaku lega dengan putusan tersebut.  “Amih lega, tentu Amih memaafkan Yani termasuk Handoyo, apalagi ini ibu sama anak, mana ada ibu yang tidak sayang anak,” tuturnya, seraya menyeka air matanya.

Jopie Gilalo, salah satu kuasa hukum penggugat mengaku belum menyiapkan langkah hukum selanjutnya pascaputusan penolakan yang telah diketuk majelis hakim. “Nanti akan saya tanyakan dulu, apakah akan banding atau tidak, takut malah nggak (banding),” ujarnya.

Dengan putusan itu Amih beserta Asep Rohendi sebagai tergugat I dan II akhirnya bebas dari seluruh gugatan materil sebesar Rp 1,8 Miliar. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI