BREAKING NEWS: Dua Pasangan Bacalon Bupati Garut Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat

GARUT – Dua pasangan Bakal Calon (Bacalon) Bupati Garut dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TSM) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut. Khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan, usai penetapan peserta Pilkada, rombongan Panwaslu dan KPU Garut langsung diangkut menggunakan kendaraan baracuda.

Penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Garut tahun 2018 ini, didasarkan pada surat nomor : 87/PL.03.3.PW/3205/KPU-Kab/11/2018. Empat calon dinyatakan lolos sementara dua calon dinyatakan TSM.

Berdasarkan surat penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Garut, empat nama yang lolos adalah pasangan, Iman Alirahman dan Dedi Hasan yang diusung Partai Golkar dan PDI P, Suryana -Wiwin Suwindaryati dari jalur perseorangan, Agus Hamdani – Pradana Aditya Wicaksana dari PPP, PAN dan Hanura terakhir Rudy Gunawan – Helmi Budiman yang diusung Gerindra, PKS dan Nasdem.


Sementara itu, pasangan calon Agus Supriadi – Imas Aan Ubudiyah yang diusung Demokrat dan PKB serta pasangan Sony – Usep tidak masuk dalam daftar nama calon yang ditetapkan. Namun sampai berita ini diturunkan KPU dan Panwaslu belum bisa memberikan keterangan.

Pasca ditetapkan nama calon Bupati dan Wakil Bupati Garut, seluruh anggota KPU dan Panwaslu Kabupaten Garut langsung diamankan aparat. Dengan menggunakan kendaraan barakuda, semua komisioner langsung d evakuasi ke tempat yang dirahasiakan.

Berdasarkan pantauan, kegiatan penetapan tersebut tuntas sekitar pukul 10.20 WIB. Wartawan sempat berusaha mengejar ketua dan komisioner KPU untuk wawancara. Namun mereka segera meninggalkan lokasi bersama petinggi Panwaslu Garut. Pengawalan aparat kepolisian langsung melekat pada mereka hingga meninggallan gedung Intan Balarea.

Di luar gedung tenyata satu unit mobil baracuda sudah menunggu. Mereka segera menaiki mobil tersebut. Mobil pun mendapat pengawalan iring-iringan personel keamanan lainnya.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menyampaikan penggunaan mobil baracuda merupakan standar prosedur keamanan yang mesti diterapkan. Apalagi para petinggi KPU dan Panwaslu masuk dalam kategori VIP hingga mendapat pengamanan khusus.

“Memang standar prosedur dibawa pake baracuda. Dalam event kayak gini selanjutnya mereka dibawa ke tempat aman dan stril,” katanya pads wartawan.

Ia menampik bahwa penggunaan baracuda karena keselamatan anggota KPU dan Panwaslu tengah terancam. Ia menuturkan, personel yang disiapkan untuk pengamanan penetapan peserta Pilkada Garut sebanyak 800 orang dibantu aparat gabungan dari TNI dan pemerintah daerah setempat.

Personel gabungan itu, kata Budi sebagian besar disiap siagakan di dalam maupun luar gedung tempat dilaksanakannya penetapan. Selain itu sejumlah personel berpatroli juga mengamankan kantor KPU, Panwaslu Garut dan sekretariat partai politik.

“Personel kita sebar untuk terutama di titik rawan dalam pengamanan penetapan calon ini,” katanya.

Ia mengimbau massa pendukung pasangan calon dapat menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat umum agar pelaksanaan pilkada berjalan sesuai harapan bersama.

Jika keberatan terhadap hasil penetapanan calon oleh KPU Garut itu, Budi menyarankan kepada pendukungnya untuk menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku. (Mahesa Hastama)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI