Breaking News! Bupati Turun Langsung, Penertiban PKL Ricuh

KOTA, (GE). –  Kericuhan mewarnai penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ahmad Yani atau kawasan Pengkolan, Kecamatan Garut Kota, Kamis (9/6/16). Para PKL sempat terlibat baku hantam dengan aparat yang melakukan penertiban.

Penertiban yang dilakukan sejak pukul 08.00 dipimpin langsung Bupati Garut, Rudy Gunawan. Selama dua jam Jalan Ahmad Yani ditutup. Tiga orang yang diduga menjadi provokator diamankan karena memancing para PKL untuk melakukan perlawanan.

Selain Satpol PP Kabupaten Garut, penertiban juga dibantu oleh Polres Garut dan Brimob Polda Jabar. Sejumlah lapak para PKL diangkut petugas. Namun sebagian PKL lainnya tetap diizinkan untuk berjualan.

“Boleh dagang asal jangan menghalangi jalan dan trotoar. Jangan ganggu toko dan menutup jalan. Jualannya harus menempel ke toko dan menghadap ke jalan,” ujar Rudy usai melakukan penertiban.

Rudy mengaku masih memberi toleransi bagi para PKL untuk berjualan selama Ramadan di Pengkolan. Syaratnya para PKL tak boleh memakai tenda. Namun setelah Ramadan, para PKL harus kembali berjualan ke Gedung PKL yang telah disediakan pemerintah.

“Kami juga akan beri PKL roda bagi yang mau berjualan di Jalan Pasar Baru. Pemkab juga menggelar bazar Ramadan di sana,” ucapnya.

Sementara,  Camat Garut Kota,  Basuki Eko menyatakan,  dua gedung PKL di jalan Guntur praktis kosong,  karena para PKL saat ini berjualan di pusat kota/pengkolan. “Karena mereka berjualan di pengkolan, saat ini gedung PKL otomatis kosong. Tapi setelah lebaran pemerintah akan tegas, tidak boleh jualan di pengkolan,” kata Eko.

Eko menambahkan, berdasarkan data dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) jumlah PKL di pengkolan tercatat sekitar 900 PKL. Namun saat bulan Ramadhan biasanya jumlahnya bertambah. “Kemungkinan jumlahnya bertambah, karena biasanya saat bulan Ramadhan banyak pedagang musiman yang ikut jualan di pengkolan,” pungkas Eko.  (Slamet Timur). ***