Breaking News! Brug, Kantor SMPN 2 Cibalong Garut Ambruk

CIBALONG, (GE).- Sejumlah guru di SMPN 2 Cibalong, Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut Jawa Barat, mendadak panik berhamburan ke luar ruangan. Suara patahan kayu dari atap kantor membuat sejumlah guru “pahibut” ke luar ruangan.

“Awas ke luar! Kantor ambruk,” teriak seorang guru, Soni Nugraha sambil bergegas ke luar ruangan, Selasa (17/5/2016).

Dikatakan Soni, peristiwa ambruknya kantor SMPN 2 Cibalong sebenarnya sudah diprediksi sejak awal. Pasalnya, sejak sekolah itu berdiri tahun 1990 sama sekali belum tersentuh perbaikan.

Kontruksi bangunan yang sudah lapuk tak sanggup lagi menyangga material yang ada di atasnya. Sehingga sekira pukul 10.00 Wib bangunan kantor SMPN 2 Garut ambruk.

Saat kejadian, kata Soni, sebenarnya para guru sudah mengetahui bangunan akan ambruk. Pasalnya terdengar suara patahan kayu dari atap kantor. Sehingga mereka bergegas menyelamatkan diri. Selang beberapa saat, bangunan kantor pun ambruk.

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Ambruknya kantor SMPN 2 Cibalong ini, kata Soni diduga karena lapuknya kontruksi bangunan yang sudah dimakan usia.

Ruangan yang ambruk, kata Soni, sehari-hari digunakan untuk ruang guru, kepala sekolah, administrasi dan sirkulir. Semuanya terdiri dari tiga lokal bangunan. Setelah ambruk kini, para guru dan petugas lainnya yang berjumlah 27 orang terpaksa menggunakan ruangan laboratorium dan aula sekolah.

Soni yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah di SMPN 2 Cibalong mengaku sebenarnya telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan untuk rehab ruang kantor ini. Namun di Dinas Pendidikan Garut tidak ada anggaran untuk perbaikan kantor.

“Susah mengajukan perbaikan untuk kantor pasalnya tidak ada anggaran di dinasnya. Paling juga bisa diajukan melalui dana aspirasi melalui anggota DPR,” kata Soni.

Soni berharap pihak terkait bisa memperhatikan kesulitan yang sedang dihadapi SMPN 2 Cibalong. Pasalnya, jika dibiarkan berlarut-larut tentunya akan mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa. Pasalnya ruangan laboratorium dan aula yang seharusnya digunakan untuk praktik siswa kini dijadikan kantor sekolah. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN