BREAKING NEWS : Berniat Menyalip, Pengendara Speda Motor Asal Banyuresmi Tewas Terlindas Bus Primajasa

TARKA, (GE).- Bus Primajasa jurusan Garut – Jakarta terlibat kecelakaan lalulintas (lakalantas) di bilangan jalan raya Garut – Bandung, tepatnya di Kampung Pananjung, Desa Pananjung, Kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jumat (16/09/2016).

Kecelakaan tragis ini juga melibatkan satu unit speda motor jenis matic. Dalam kejadian tersebut, pengendara motor vario bernopol Z 4695 GK masuk ke kolong bus dan terseret hingga beberapa meter.

Akibat lakalantas yang terjadi sekira pukul 14.30 WIB ini, pengendara motor yang teridentifikasi bernama Sutarman (35) warga Kampung Lempong, RT 02/04, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Usai kejadian, jasad korban segera dievakuasi ke RSU dr. Slamet dengan kendaraan Polisi.

Berdasarkan keterangan sejumlah saki mata di lokasi kejadian, sebelum peristiwa lakalantas terjadi pengendara sepeda motor yang dikemudikan korban tampak hendak menyalip mobil sedan yang melaju dari arah Bandung. Naas bagi korban, dari arah berlawanan meluncur bus Primajasa. Diduga kaget, kobanpun terjatuh hingga masuk kolong bus dan terlindas.

“Ya, tadi motor korban menyalip sedan yang dari arah Bandung, kemudian motor itu bersenggolan dengan sedan kebetulan di depan ada juga bus Primajasa. Dan motor masuk kekolong bus kemudian terseret sekitar tiga metereran,” tutur Muhammad Erfan, saksi mata di TKP, Jumat (16/09/2016).

Polisi yang mendatangi lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Akibat banyaknya warga menonton di lokasi kejadian, arus lalulintas dari kedua arah sempat mengalami kemacetan hingga dua kilometer.

Sementara itu, pihak Mapolres Garut membenarkan lterjadinya laklantas ini. Polisi menyebut bus Primajasa yang terlibat dalam kecelakaan ini merupakan bus Primajasa dengan Nopol B 7100 PW. Polisi tidak bisa mencatat nopol mobil sedan yang datang dari arah berlawanan, karena mobil sedan tersebut langsung melarikan diri. (Idrus Andriawan)***