Braak! Kereta Api Hantam Fortuner yang Nyelonong

KADUNGORA,(GE).- Rel Kereta Api (KA) yang tak dilengkapi palang pintu penyebrangan di bilangan Kampung Pintuan, Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora, Garut  kembali mengakibatkan kecelakaan lalulintas (lakalantas), Minggu (31/01/2016). Dalam lakalantas kali ini, sebuah mobil  Fortuner yang ditumpangi delapan orang  nyelonong saat kereta api akan melintas, walau sudah diperingati warga mobil ini tetap memaksa, akibatnya terserempet hingga beberapa meter.

Pengemudi Fortuner  bernomor polisi B 1634 NLQ yang belakangan diketahui bernama Muhammad Ridwan Ardiansyah(31), tak mengindahkan peringatan warga dan tetap memaksa untuk melintas. Akibatnya,  Kereta Api Serayu jurusan Purwokerto-Jakarta menghantam bagian depan mobil hingga mengalami kerusakan cukup parah.

“Begitu mobil Fortuner yang datang dari arah Cijapati menuju Kadungora datang, kami langsung menghentikannya. Saat itu kami beritahukan kepada pengemudi ada kereta yang lewat. Namun pengemudi mobil itu tak menggubris perkataan kami dan memaksa untuk terus melaju melintasi rel,” ujar Deden, salah seorang saksi mata di TKP.

Dikatakannya, peritiwa tersebut terjadi sekira pukul 12.30 WIB. Bagian depan mobil yang terhantam kereta api penyok, beruntung tak sampai merenggut nyawa penumpang mobil tersebut.

“Kami sama sekali tidak menduga kalau pengemudi Fortuner itu akan terus melajukan kendaraannya melintasi rel. Kami sangat kaget saat itu apalagi ketika melihat bagian depan kereta api menabrak bagian depan mobil sehingga kami berteriak secara spontan,” kata Deden.

Adanya peristiwa kecelakaan di lintasan rel KA tak berpalang pintu di jalur alternatif Cijapati itu dibenarkan Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) Kadungora, Kapten Ahun. Berdasarkan laporan yang diterimanya, saat ini peristiwa kecelakaan tersebut sudah ditangani pihak Kepolisian Resor (Polres) Garut.

Ahun mengaku sangat menyesalkan sikap pengemudia Fortuner yang tidak mau mendengarkan peringatan yang sebelumnya telah diberikan warga setempat agar tidak memaksa untuk melintasi rel. Warga sendiri sudah mengetahui kalau dari arah timur saat itu tengah melaju sebuah kereta api yang jaraknya tak jauh lagi dari perlintasan.

“Karena lintasan tersebut tak dilengkapi palang pintu, jadi setiap harinya di sana ada warga yang melakukan penjagaan. Mereka selalu memberitahu pengemudi jika ada kereta yang akan melintas. Warga memang sudah mengatahui benar jam berapa saja kereta melintas di lintasan tak berpalang pintu itu,” kata Ahun.

Ahun mengimbau agar para pengemudi yang menggunakan jalur alternatif Garut-Bandung via Cijapati itu untuk mendengarkan peringatan yang diberikan warga setempat. Jika tidak, hal ini sangat membahayakan mengingat tidak adanya palang pintu di lintasan tersebut. Selama ini, tambahnya, memang cukup sering terjadi kecelakaan sehingga warga mengambil inisiatif untuk berjaga di kawasan tersebut secara sukarela. (Tim GE)***