BPBD : Waspadai Potensi Gempa Bumi di Garut

KOTA, (GE).- Dari pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, selama bulan november 2016 telah terjadi beberapa kali gempa bumi dalam skala kecil di Garut. Untuk itu, BPBD Garut menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa ini.

Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, mengatakan, data data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa gempa dalam skala kecil tersbut kebanyakan terjadi di wilayah selatan Garut yang berlokasi tak jauh dari pesisir pantai selatan.

“Ya, gempa bumi di Garut, yang terakhir terjadi pada 155 KM Barat Daya Garut di kedalaman 15 KM dengan kekuatan 3,8 skala richter. Tidak menyebabkan tsunami maupun kerusakan pada bangunan,” katanya, Senin (28/11/ 2016).


Kepala BPBD mengimbau saat terjadi gempa bumi dengan guncangan cukup besar agar warga tidak tinggal di dalam rumah. Cari tempat terbuka dan jauh dari bangunan. Guncangan gempa sebelumnya yang terjadi di Pangalengan atau perbatasan Kabupaten Garut dengan Bandung menyebabkan rumah warga rusak.

“Guncangan gempa juga terjadi beberapa kali di selatan Pulau Jawa dengan kekuatan gempa masih normal atau tidak menimbulkan tsunami. Peningkatan aktivitas gempa masih tergolong wajar,” ucapnya.

Tubagus meminta masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Jangan terlalu percaya dengan informasi di media sosial.

Sebagai daerah yang rawan bencana, berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2013, Kabupaten Garut menempati urutan kedua secara nasional. Salah satu upaya mengantisipasi dampak bencana, dengan membuat sistem informasi yang terpadu.

Kasi Pencegahan BPBD Kabupaten Garut, Yanyan Agus Supianto, menyebut jika ia telah membuat program inovasi untuk mengolah data seputar kebencanaan. Program ini selanjutnya akan menjadi bagian pengembangan Disaster Gateway Information System (DGIST) atau Sistem Informasi Monitoring Kebencanaan (SIMONA) di Kabupaten Garut.

“Kondisi saat ini pelaporan kebencanaan yang dikelola oleh BPBD Kabupaten Garut bersumber dari kecamatan dengan format data yang tidak sama. Maka dengan pembuatan sistem ini akan tersaji data lengkap kebencanaan di Kabupaten Garut,” jelasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI