BPBD : Kawasan Utara Garut Paling Parah Terdampak Kemarau

ilustrasi.

GARUT,(GE).- Meski belum ada laporan resmi terkait dampak kemarau, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakaria menyatakan jika kemarau saat ini hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Garut.

Menurut Dadi, dari 42 Kecamatan yang ada di Garut, wilayah yang paling parah terdampak kemarau dan adalah kawasan Utara Kabupaten Garut.

“(Kekeringan) sudah sangat rawan di seluruh wilayah Kabupaten Garut, tapi yang paling parah (dari 42 kecamatan di Garut) kawasan utara, seperi Kecamatan Cibatu, Banyuresmi, Leuwigoong, Selaawi, dan lainnya. Namun meski demikian kita (BPBD Garut) hingga saat ini belum menerima laporan resmi,” ujarnya, Kamis (16/08/2018)


Dijelaskannya kondisi rawan kekeringan tersebut mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya dan juga pengecekan yang dilakukan oleh para relawan BPBD Garut. Yang dilakukan oleh masyarakat saat ini sendiri, mereka berusaha memenuhi kebutuhan air dari desa tetangga yang masih tersedia sumber air.

“ Tahun sebelumnya memang kekeringan ini sangat parah, dan kita juga menerima informasi dari relawan kita seperti bagaimana kondisi saat ini di lapangan. Dan memang warga yang mengalami kekurangan air sudah berusaha memenuhi kebutuhan air ke desa tetangga,” ungkapnya.

Dadi menyebut untuk kekeringan lahan sudah terjadi di beberapa titik dan hampir terjadi di semua kecamatan berdasarkan pemantauan. Namun laporan belum ada sehingga luasan lahan belum diketahui karena masing-masing kecamatan luasan lahannya berbeda-beda.

“Kalau ada kekurangan air (untuk kebutuhan hidup), bisa melalui sms center BPBD pasti akan ditangani dengan dropping air bersih koordinasi dengan PDAM dan pihak swasta lainnya yang memiliki ketersediaan air bersih,” katanya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI