BNPB-BPBD Garut Kemas Sosialisasi dengan Pentas Seni Tradisi

GARUT, (GE).- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Pemkab Garut dan BPBD Garut, baru-baru ini melaksanakan sosialisasi budaya sadar bencana.

Sosialisasi tersebut dikemas menarik melalui seni budaya dengan pagelaran Wayang Golek bersama Ki Dalang Opick Sunandar Sunarya. Acara yang digelar malam hari ini telah berlangsung di lapangan alun-alun Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (20/5/17).

Dalam sosialisasi ini, materi yang disampaikan terkait dengan potensi bencana di daerah Garut. Acara dikemas dalam bentuk tanya jawab, dongeng yang mudah diterima, diingat dan membuat anak-anak tertarik.


Dalam acara tersebut hadir Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Bupati Garut Rudy Gunawan, Kepala BPBD Garut Dadi, Muspika Kecamatan Bayongbong, dan ribuan warga yang antusias mengikuti acara.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, Garut merupakan daerah yang memiliki potensi bencana lengkap, mulai dari bencana banjir, longsor, gunung api, gempa bumi, kebakaran hutan, dan sebagainya.

“Maka dari itu kita harus meningkatkan kesiapsiagaan dan menumbuhkan kesadaran bencana. Melalui kesenian tradisional, dengan mudah masyarakat mendapatkan hiburan sekaligus edukasi bencana. Diharapkan dengan sosialisasi ini, budaya sadar bencana meningkat di masyarakat. Kita masih sering mengabaikan aspek risiko bencana dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Sutopo.

Sementara itu, dalam pidato sambutannya, Bupati Garut mengatakan, kegiatan  ini adalah inovasi dari BNPB. Dengan acara ini BNPB melakukan sosialisasi dengan kemasan berbeda kepada masyarakat bagaimana dalam rangka menghadapi bencana.

“Bagaimana sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat sendiri bisa menghindari hal-hal yang akan menimbulkan bencana. Misalnya terhadap penggunaan tanah dalam keadaan yang sangat labil, sehingga mereka juga bisa menghindari dan mengikuti program mitigasi bencana yang dilakukan oleh BPBD,” ungkap Rudy.

Dikatakannya, wayang golek merupakan bagian dari seni tradisi Jawa Barat yang sudah 30 tahun tidak digelar oleh masyarakat Bayongbong. Tak heran, masyarakat begitu antusias menyaksikan seni tradisi ini. Ribuan orang hadir memadati alun-alun Bayongbong.

“Saya harap masyarakat bisa memahami bahwa masalah yang berhubungan dengan bencana ini bisa dilakukan pencegahan. Juga bisa dilakukan penanganan bilamana terjadi bencana dengan SOP yang mungkin bisa dilakukan oleh masyarakat,”  pungkasnya.

Disela acara Kepala BNPB, Bupati Garut dan Kepala BPBD Garut memberikan santunan kepada 20 anak yatim. Pada sesi tersebut, anak-anak diberikan sejumlah pertanyaan, dan yang bisa menjawab diberikan hadiah menarik. (Hendra YG/GE)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI