Blangko KTP dan KK di Garut Kosong Sampai Agustus

PEMKAB, (GE).- Pengajuan kartu tanda Penduduk (KTP) pascalebaran terus membludak, ironisnya justru ketersediaan  blangko malah kosong. Akibatnya permohonan KTP semakin tak terbendung. Bahkan banyak warga yang mengaku kesal. Pasalnya KTP dibutuhkan untuk persyaratan mencari kerja.

Seperti terjadi di Kecamatan Malangbong, para pemohon yang berjubel harus pulang dengan tangan hampa karena blangko KTP kosong. Selain di Malangbong, di kecamatan lainnya seperti di Karangpawitan, Garut Kota dan Cibatu para pemohon pembuatan KTP tampak memenuhi lobi-lobi kantor kecatan.

Salah seorang warga Desa Cisitu Kecamatan Malangbong, Zaenal Arifin (32), mengaku kecewa karena blangko KTP sudah lama menghilang. Padahal keperluan kependudukan sangat mendesak harus diperolehnya untuk mencari kerja. Jika KTP tidak bisa diproses tentunya ia harus menganggur sampai Bulan Agustus.

“Anak istri saya harus makan. Masa saya harus menganggur sampai Agustus. Padahal peluang kerja itu sulit. Ketiaka ada di depan mata malah hilang gara-gara sulit membuat KTP,” ujarnya kesal.

Ia berharap pemerintah serius mengurusi blangko KTP ini. Pasalnya aturan penggunaan KTP elektrik sudah terlanjur diluncurkan sementara kesiapannya belum sempurna. Jadi masyarakat yang dirugikan.

Warga lainnya, Saful Indra (19), mengaku sudah beberapa hari pulang pergi ke Garut untuk mengurus KTP namun sampai sekarang blangkonya masih belum ada. Padahal ia membutuhkan KTP untuk mencari kerja ke Cikarang sebagai buruh pabrik.

“Terpaksa saya harus menunggu satu bulan lagi untuk berangkat kerja. Karena persyaratan administrasinya belum lengkap,” kata Indra penuh lirih.

Ditemui di ruang kerjanya, Operator Pelayanan Kependudukan Kecamtan Malangbong, Asep Iwan membenarkan adanya peningkatan permohonan E-KTP pasca lebaran di Kantornya. Menurutnya rata-rata 50 Orang perhari masyarakat mengajukan permohonan pembuatan KTP.

Kondisi tersebut diakuinya, terjadi pascalebaran sampai sekarang. Ditambahkannya, saat ini momen liburan panjang jadi mereka manfaatkan untuk membuat KTP. Selain itu, pelajaran banyak lulusan SLTA yang akan melanjutkan ke Perguruan tinggi atau bahkan akan melamar pekerjaan jadi wajar ada peningkatan permintaan. Bahkan tidak sedikit mereka yang membuat EKTP untuk keperluan lainnya, misalnya ada yamg mau menikah.

Menurutnya, gangguan teknis kerap ditemui dalam perekaman EKTP. Ia mencontohkan seperti jaringan internet yang sering eror bahkan sekarang blangko KTP sedang kosong.

“Sebenarnya saya sudah malu kepada warga yang datang. Pasalnya blangko KTP masih kosong sejak Ramadhan,” ujarnya, Senin (18/7/2016).

Sementara itu, Kepala Bidang pendataan penduduk, H. Atang Syaripudin, membenarkan jika sudah 2 bulan terakhir ini, blangko KTP tidak tersedia. Namun Atang memberikan alasan, bahwa kosongnya blangko tersebut, memang terjadi dari pusat, dan akan kembali tersedia di Bulan Agustus nanti.

Untuk mengganti KTP bagi warga yang membutuhkan untuk persyaratan lamaran pekerjaan dan lain-lain, pihak Disdukcapil, memberikan surat keterangan sementara yang bisa di lampirkan pada persyaratan lamaran. Sebelum nanti di ganti oleh KTP asli setelah blangko KTP kembali tersedia. (TAF/Useu)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN