Bikin Heboh! Pasangan Heni/Euis Juara Bulutangkis Ibu-Ibu

ISTRI mantan Wakil Bupati Garut, Rani Permata Dicky Chandra (berkerudung putih di depan), tak henti-hentinya memberikan dukungan kepada para petarung partai final kejuaraan bulutangkis antaribu-ibu se-Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (14/4/18). (Foto : Dok. Ihsan Masagi)***

GARUT, (GE).- Suasana Gor Bulutangkis Muara Sanding, Sabtu (14/4/18), mendadak heboh. Yel-yel dukung mendukung menggema tak henti-hentinya. Maklum, di sana digelar partai final turnamen bulutangkis antar ibu-ibu se-Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota.

Gelaran partai final yang disaksikan tak kurang dari 250 penonton ibu-ibu itu, makin semarak dengan kehadiran istri mantan Wakil Bupati Garut, Rani Permata Dicky Chandra. Rani ikut berbaur dengan para penonton lain dan heboh menyemangati para pemain yang berlaga di lapangan.

Partai final yang berlangsung cukup seru itu akhirnya dimenangkan pasangan Heni Rohaeni/Euis Sahlina Rahayu. Pasangan Euis Dayat/Ela Dudang, terpaksa harus puas menempati posisi runner up setelah dilibas pasangan Heni/Euis dengan skor 2-0. Selain bingkisan, para juara juga mendapat uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh calon Wakil Bupati Garut nomor urut 2, Dedi Hasan.

CALON Wakil Bupati Garut Nomor Urut 2, Dedi Hasan (kopiah hitam), berbaur bersama para penonton final kejuaran bulutangkis antaribu-ibu se-Kelurahan Muara Sanding, Sabtu (14/4/18). (Foto : Dok. Ihsan Masagi)***

Menurut salah seorang tokoh warga setempat, H. Komar Maryuna, turnamen bulutangkis antaribu-ibu se-Kelurahan Muara Sanding itu sudah berlangsung sejak lama. Babak penyisihan biasanya dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu, sesuai jadwal sewa lapangan.

“Tadi itu partai finalnya. Hasilnya, pasangan pebulutangkis perwakilan ibu-ibu RW 02 dapat mengalahkan perwakilan RW 01. Di babak sebelumnya, RW 02 juga berhasil mengalahkan perwakilan RW 03,” kata Komar, usai acara penutupan turnamen.

Sementara itu, calon Wakil Bupati Garut nomor urut 2, Dedi Hasan, mengaku salut kepada para peserta kejuaraan. Dedi Hasan yang juga menggemari bulutangkis, menilai skill permainan peserta kejuaraan cukup baik. Mereka tidak sekadar mampu memukul satelkok, tapi juga mahir dalam menempatkan bola ke sudut-sudut yang sempit.

Kejuaraan seperti ini, kata Dedi Hasan, patut diapresiasi. Meski bagi para peserta, kejuaraan tersebut dianggap sebagai ajang hiburan belaka, tetap memiliki arti penting guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Selain itu sebagai wahana silaturahmi di antara sesama warga.

“Kegiatan ini sangat baik, memiliki nilai positif. Apalagi bagi ibu-ibu yang setiap hari dituntut kondisi fisiknya harus bugar. Soalnya punya tugas penting mengurus rumah tangga. Karena itu, kegiatan seperti ini harus kita beri apresiasi,” kata Dedi Hasan kepada GE, Sabtu (14/4/18). (MHI/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI