Besok Para Kepala UPT Pendidikan akan ke Bali, Bupati: “Kalau Keberatan Enggak Usah Ikut Enggak Usah jadi Kepala UPT”

GARUT, (GE).- Sejumlah kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kabupaten Garut ramai-ramai melakukan studi banding ke Kabupaten Badung, Bali. Selain kepala UPT yang berjumlah 42,  Bupati Garut, Rudy Gunawan dan beberapa pejabat Dinas Pendidikan pun turut serta.

Dari informasi yang dihimpun, para kepala UPT Pendidikan dan pejabat Disdik sudah berangkat pada hari ini. Sementara Bupati Garut baru akan berangkat pada malam ini atau besok pagi.

Para kepala UPT Pendidikan itu diharuskan membayar Rp 6 juta untuk biaya ke Badung. Dengan ongkos tersebut, ternyata tak semua kepala UPT sanggup membayar.


“Sampai kemarin malam masih ditagih. Terpaksa saya mengeluarkan Rp 6 juta. Soalnya harus ikut ke sana (Bali),” kata salah seorang kepala UPT Pendidikan, Selasa (23/5/17).

Disinggung terkait besaran ongkos ke Bali, Bupati Garut, Rudy Gunawan mengaku tak tahu besaran ongkos yang dibebankan kepada kepala UPT Pendidikan untuk berangkat ke Bali.

“Ini Paguyuban UPT yang adakan. Kalau keberatan enggak usah ikut atau enggak usah jadi kepala UPT,” ujar Rudy, disela peresmian Pasar Wanaraja.

Dalam surat pemberitahuan yang berkop Bupati Garut tertanggal 17 Mei kepada Bupati Badung. Permohonan studi banding itu untuk meningkatkan tata kelola pendidikan. Waktu pelaksanaan pada Rabu (24/5/2017) pukul 08.00 WITA. Surat tersebut langsung ditandatangani Bupati Garut.

“Iya memang besok jam 08.0 diterima Bupati Badung. Mereka akan menerangkan soal Disdik di sana,” ucapnya.

Tujuan studi banding ke Badung, tambah dia, karena manajemen berbasis sekolahnya merupakan yang terbaik. Pihaknya ingin membangun kontruksi infrastruktur SD seperti di Badung.

“Di sana itu warga dan pengusaha mendukung pembangunan. Jadi pembangunan SD bukan hanya dari APBD tapi peran serta masyarakat,” katanya.

Selain itu, tutur dia, Pemkab Garut juga sudah bekerja sama dengan Pemkab Badung. Mulai dari pengelolaan keuangan, pariwisata, dan pendidikan. Saat ditanya kenapa tak melakukan studi banding ke kota yang terdekat seperti Jakarta atau Bandung? Rudy menjawab jika di Jakarta atau Bandung tak ada yang seperti di Bali.

“Badung ini salah satu alternatif. Anak SD di sana sudah dikasih laptop. Sudah laksanakan UNBK juga. Bangunannya bagus-bagus,” ujarnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI