Besok Layanan RSU. dr. Slamet Garut Sudah Beroperasi

KOTA, (GE).- Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan, pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut secepatnya akan beroperasi setelah tidak memberikan pelayanan dasar kesehatan sejak terjadinya banjir bandang melanda Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (20/9) malam.

“Hari Senin (26/9) sudah pulih kembali pelayanan rumah sakit, alat kesehatan juga nanti sudah ada,” kata Rudy Gunawan kepada wartawan di Garut, Minggu.

Ia menuturkan bencana banjir bandang telah merendam lantai dasar RSUD Dokter Slamet Garut, bahkan merusak dokumen dan alat-alat kesehatan.


Akibatnya, lanjut dia, pelayanan rumah sakit terganggu, pasien yang berada di lantai dasar saat terjadi banjir harus diungsikan ke lantai atas.

“Sejak kejadian banjir pelayanan kesehatan di rumah sakit memang terganggu, tapi secepatnya kita atasi, dan masalah ini sudah dilaporkan ke Gubernur,” kata Rudy.

Ia menambahkan dampak banjir di RSUD Garut itu menyebabkan berbagai alat kesehatan senilai Rp 20 miliaran rusak tidak dapat digunakan.

“Masalah itu sudah kami sampaikan ke gubernur, bahwa kami membutuhkan alat kesehatan,” katanya.

Banjir bandang Garut telah menyebabkan kerusakan pada sarana dan prasarana RSUD Garut. Bahkan menyisakan lumpur yang cukup tebal di lantai, maupun peralatan perkantoran dan pelayan pasien lainnya.

Petugas gabungan dan sukarelawan lainnya membersihkan bangunan rumah sakit tersebut, bahkan harus menerjunkan mobil pemadam kebakaran dari Bandung raya untuk mempercepat pembersihan lumpur.

Komandan Posko Penanggulangan Bencana Garut, Letkol Arm Setyo Hani Susanto menambahkan, personelnya siap ditambah untuk mempercepat proses pembersihan di rumah sakit.

“upati Garut Rudy Gunawan menyatakan, pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut secepatnya akan beroperasi setelah tidak memberikan pelayanan dasar kesehatan sejak terjadinya banjir bandang melanda Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (20/9) malam.

“Hari Senin (26/9) sudah pulih kembali pelayanan rumah sakit, alat kesehatan juga nanti sudah ada,” kata Rudy Gunawan kepada wartawan di Garut, Minggu.

Ia menuturkan bencana banjir bandang telah merendam lantai dasar RSUD Dokter Slamet Garut, bahkan merusak dokumen dan alat-alat kesehatan.

Akibatnya, lanjut dia, pelayanan rumah sakit terganggu, pasien yang berada di lantai dasar saat terjadi banjir harus diungsikan ke lantai atas.

“Sejak kejadian banjir pelayanan kesehatan di rumah sakit memang terganggu, tapi secepatnya kita atasi, dan masalah ini sudah dilaporkan ke Gubernur,” kata Rudy.

Ia menambahkan dampak banjir di RSUD Garut itu menyebabkan berbagai alat kesehatan senilai Rp20 miliaran rusak tidak dapat digunakan.

“Masalah itu sudah kami sampaikan ke gubernur, bahwa kami membutuhkan alat kesehatan,” katanya.

Banjir bandang Garut telah menyebabkan kerusakan pada sarana dan prasarana RSUD Garut.
Bahkan menyisakan lumpur yang cukup tebal di lantai, maupun peralatan perkantoran dan pelayan pasien lainnya.

Petugas gabungan dan sukarelawan lainnya membersihkan bangunan rumah sakit tersebut, bahkan harus menerjunkan mobil pemadam kebakaran dari Bandung raya untuk mempercepat pembersihan lumpur.

Komandan Posko Penanggulangan Bencana Garut, Letkol Arm Setyo Hani Susanto menambahkan, personelnya siap ditambah untuk mempercepat proses pembersihan di rumah sakit.

“Kita sudah maksimalkan besok (Senin) bisa beroperasi walaupun terbatas saya akan mengupayakakan kekuatan pasukan membersihkan lumpur di sana,” katanya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI