Bertahan di Bandara Mutiara SIS Al Jufrie Palu, Warga Garut Mengaku Kelaparan

GARUT, (GE).- Sejak bencana gempa bumi dan tsunami menimpa sebagian daerah di Sulawesi Tengah, sebanyak 120 warga Garut yang merantau ke Palu secara bertahap mulai dipulangkan. Namun sampai berita ini diturunkan, masih ada sebagian warga yang masih tertahan di Bandara Mutiara SIS Al Jufrie, Palu.

Dalam keadaan darurat mereka terus berjuang untuk bertahan. Bahkan, mereka mengaku kelaparan karena minimnya pasokan logistik.

Salah seorang warga, Iman Maulana, yang tercatat sebagai warga warga Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengaku masih bertahan di Bandara Mutiara SIS Al Jufrie, Palu. Ia beserta puluhan rekannya dari Garut masih menunggu jadwal pesawat menuju Pulau Jawa.


Saat dihubungi, Iman mengaku terus bertahan sampai ada kepastian kapan akan diberangkatkan ke kampung halamannya. Ia bersama puluhan warga Garut lainnya tak memiliki perbekalan. Hanya mengandalkan bantuan orang lain.

“Saya bersama yang lainnya kelaparan. Di sini hanya makan kur alakadarnya. Itu pun harus menunggu pemberian orang,” keluh Iman saat dihubungi, Rabu (3/10/18).

Iman mengaku sudah empat hari belum makan. Sementara minum hanya diberi alakadarnya.

Iman menuturkan, ia sudah ada di Palu sejak tiga bulan yang lalu. Ia berangkat ke Palu untuk menjadi pekerja bangunan.

Iman mengatakan, saat ini Kota Palu sudah hancur. Mencari makan di sana sangat sulit.

Namun, lanjut Iman, meski gempa dan tsunami begitu besar 120 warga Garut dinyatakan selamat. Saat ini mereka sedang menunggu kabar pemberangkatan ke Pulau Jawa.

“Kemarin warga Garut yang anak-anak dan wanita sudah diberangkatkan duluan,” katanya.

Pascagempa, Iman sempat kesulitan menghubungi rekan-rekannya yang ada di Palu. Beruntung semuanya bisa selamat dan berkumpul kembali. Jalur komunikasi pun baru normal setelah tiga hari pascagempa.

Iman mengaku semua keluarga korban di Garut sudah diberitahu. Agar tidak ada kekhawatiran.

“Meski kondisinya darurat. Keluarga yang di Garut sudah diberitahu. Kalau keluarganya yang di Palu selamat semua,” pungkasnya. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI