Bersilaturrahim ke IBS Nurul Amien, Wabup Bangga Banyak Santri yang Bercita-cita Jadi Ustadz

PAGI hari, Ahad (18/09/2016) tiba-tiba telfon genggam Ustadz Makmul Arif berdering. Ternyata ketika dichek, ada pesan yang mengatakan bahwa hari itu akan ada “tamu agung.” Tamu yang dimaksud adalah orang nomor 2 di Kabupaten Garut. Siapa lagi kalau bukan Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman.

Rombongan Wabup ini katanya ingin bersilarurahim bersama para pengurus Islamic Boarding School (IBS) Nurul Amien, yang berlokasi di kawasan Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Ya, pagi-pagi ada pesan, katanya hari ini (Ahad/ 18/09/2019/ red.) Pak Wabup beserta rombongan akan bersilaturrahim. Memang mendadak,” tutur Ustadz Makmul, yang merupakan salah seorang pengurus IBS Nurul Amien.

Dengan adanya agenda Wabup Garut yang mendadak ini, tentunya sedikit membuat “riweuh” para pengurus IBS Nurul Amien. Namun demikian, dengan kesigapan pengelola IBS Nurul Amien segala sesuatunya bisa disiapkan, termasuk prosesi penyambutan dengan melibatkan tim marching band SMK IT Nurul Amien.

Ba’da dzuhur, sekira pukul 12.30 WIB, Wabup Garut, Helmi Budiman yang didampingi Karnoto, salah seorang anggota DPRD Garut dari Fraksi PKS beserta beberapa stafnya tiba di kompleks Nurul Amien.

Usai prosesi penyambutan, rombongan wabup langsung menuju Masjid Nurul Amien. Di Masjid, para santri dan sejumlah warga setempat sudah menunggu kedatangannya. Sebelum mnginjak acara puncak, yakni dialog interaktif warga bersama Wabup, seperti biasa, beberapa kata sambutan disampaikan pengurus dan perwakilan dari pemerintahan setempat yang pada saat itu disampaikan langsung oleh Camat Leuwigoong, Sardiman Tanjung.

Dalam sambutannya, Anggota DPRD Garut, Karnoto menyampaikan beberapa pesan terkait pengelolaan lembaga pendidikan. Saat itu juga ia menerima beberapa aspirasi yang disampaikan warga dalam dialog yang berlangsung santai.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman lebih banyak melaukakan interakif dengan para santri yang saat itu tampak antusias menyimak petuah-petuahnya. Bahkan, dalam dialognya wabup begitu akrab dengan para santri Nurul Amien, sehingga suasana dialog seperti layaknya seorang guru dan anak didiknya yang tengah bercengkrama.

“Ayo, siapa yang bercita ingin jadi ustadz?” Tanya wabup.

Saat bertanya itu, sejumlah santri ternyata banyak yang mengancungkan tangannya, seraya menyeru. “Sayaaaa!”

Ketika wabup bertanya, apakah para santri ada yang bercita-cita jadi bupati, pedagang, petani. Tak banyak para santri yang mengacungkan tangan. Mendapati banyaknya para santri yang bercita-cita ingin menjadi Ustadz, wabup mengaku bangga.

Subhanallah, saya bangga sekali ternyata santri Nurul Amien banyak yang meiliki cita-cita mulia. Mudah-mudahan cita-cita kalian tercapai dan bisa bermanfaat untuk umat,” ucapnya.

Selain gelaran dialog interaktif, pada kesempatan ini juga di kompleks Nurul Amien digelar bhakti sosial berupa pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar.
Menjelang waktu shalat ashar, acara dialog interaktif akhirnya berakhir.

Usai do’a penutup, dilanjutkan acara beramahtamah. Dan seperti biasa, sejumlah pengurus IBS Nurul Amien, para santri serta warga sekitar melakukan sesi foto bersama wabup dan ber-selfie ria. (ER)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN