Bersama Dadan Wildan, Mekarasih Bershalawat

SEORANG  aktivis muda asal Desa Mekarasih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut adalah pimpinan majelis Pondok Cendrawasih di pengajian Wijaya Kusumah, Karang Taruna Desa Mekarasih. Ia adalah H.Dadan Wildan yang kini dipercaya menjadi kepala Desa Mekarasih.

Mengawali kiprahnya memimpin Desa, ia bersama warga Mekarasih didukung  semua lembaga desa termasuk pengurus Karang Taruna Desa Mekarasih berhasil mewujudkan sebuah mushala yang telah lama dinantikan oleh warga Mekarasih.


Impiannya menjadikan  Mekarasih  yang lebih baik  dan agamis itu,  kini didukung pula oleh semua warga masyarakatnya.  Salah satunya melalui gema Mekarasih Bershalawat.  Gagasan Mekarasih Bershalawat sebenarnya sempat disampaikan oleh mubaligh kondang asal Purwakarta, Habib Mustofa sahabat karibnya. H. Dadan Wildan.  Memang bukan seorang santri apalgi berasal dari kalangan ulama, namun berkat pengalamannya mondok di pesantren Gelar Cianjur membuatnya sedikit memiliki wawasan keagamaan yang sepadan dengan niatnya membangun Mekarasih.

Untuk mewujudkan Mekarasih bershalawat oleh seluruh warga diwujudkan untuk perdana sekaligus perpisahan KKN  Universitas Garut  (UNIGA) di aula Desa Mekarasih, Minggu (3/9/17).

Dimata Husni, Ketua KKN di Desa Mekarasih, selama berada di Mekarasih hampir satu bulan terasa sangat singkat. Menurutnya, jarang menemukan warga yang akrab serta bersahabat dengan mahasiswa.

“Pemudanya sangat aktif, warganyapun bersahabat, tampak ada keinginan untuk menjadi desa yang lebih maju dan lebih baik dimasa datang. Terlebih kepala desanya yang enerjik dan santun. Ini merupakan pengalaman berharga selama di Mekarasih, sayangnya harus berakhir dimalam ini, tatkala menggelar  acara bershalawat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarasih, H. Dadan Wildan menuturkan , ada banyak program di awal seratus hari kerjanya. Akan tetapi hingga saat ini diakuinya belum sempat terlaksana sepenuhnya, hal itu mengingat kepdatan acara  menjelang perayaan HUT RI Ke-72.

Ia mengakui selama ini  kesehariannnya bergelut dengan nota dan kwitansi perusahaannya di Bandung dengan sistem disiplin kerja ala perusahaan. Kini ia harus memimpin desa dengan seabreg tugas negara, serta harus memimpin rapat kepemerintahan desa dan harus pula pidato yang selama ini tak terbiasa.

“Yang terpenting adalah  kerja nyata akan lebih baik dari pada berteori tanpa aksi yang nyata dalam membangun Desa. Melalui program Mekarasih bershalawat  kami mengajak semua warga untuk memakmurkan masjid, dan aktif dalam berbagai pengajian yang diselengggarakan oleh Majelis Ulama Desa,” katanya.

Dirharapkannya, dengan gema shalawat secara rutin segenap warga akan mendapatkan kebarokahan dan pengampunan dari Allah SWT. “Sehingga impiannya menjadikan Mekarasih yang lebih baik dimasa datang dapat terwujud.”  pungkas Dadan. (TAF Senopati/ Adv.)***

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI