Beroperasi di Siang Hari, Jambret Pembawa Sabu ini Hampir Dihakimi Massa

BANYURESMI, (GE).- Aksi nekat dipertunjukkan seorang jambret asal Baturaja Sumatra Utara. Meski siang hari ia menjalankan operasi terhadap seorang ibu yang akan berangkat ke undangan pernikahan. Namun karena korban memegang erat tas yang dijambretnya pelaku pun ikut jatuh tersungkur.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut lantas berdatangan dan mengerumuni pelaku. Untung saja jajaran Polsek Banyuresmi segera datang dan mengamankan pelaku sebelum dihakimi massa yang nampak sudah mulai berang terhadap pelaku.

Kapolsek Banyuresmi, Kompol Deden Mulyana, mengatakan modus yang dilakukan pelaku berinisial UA (32) dengan memepet motor korbannya. Saat itu korban yang dibonceng oleh suaminya akan menuju ke acara pernikahan.

“Saat melintas Jalan KH Hasan Arif pelaku yang menggunakan motor Yamaha Byson berusaha mengambil tas dari korban yang dibonceng. Pelaku terus memepet motor korban,” ujar Deden di Mapolsek Banyuresmi, Kamis (8/9/2016).

Deden melanjutkan, percobaan pertama yang dilakukan pelaku gagal karena tas milik korban bisa dipertahankan. Pelaku lalu terus mengejar korbannya dan terjadi tarik menarik tas.

“Saat tarik menarik itu motor pelaku dan korban oleng sampai terjatuh. Massa yang melihat kejadian tersebut datang dan mengerubuti pelaku” katanya.

Pelaku yang sudah tertangkap basah oleh massa, lanjut Deden, awalnya tak mengaku jika akan mencuri tas. Pelaku bahkan menyebut jika ia dan korban terserempet mobil sampai terjatuh.

Menurut Deden, setelah diinterogasi pelaku yang merupakan warga Baturaja, Sumatera Selatan akhirnya mengakui akan melakukan penjambretan. Setelah ditelusuri, pelaku juga telah melakukan aksinya sebanyak empat kali di wilayah hukum Banyuresmi.

“Untuk dua TKP pelaku sudah kami ketahui korbannya. Kerugian para korban jika ditotalkan mencapai Rp 10 juta dan satu buah telepon genggam,” ujarnya.

Selain melakukan aksi pencurian, tutur Deden, pihaknya juga menemukan narkoba jenis sabu-sabu di tas pelaku dengan berat sekitar 0,5 gram. Untuk kasus narkoba telah dilimpahkan pihaknya ke Satnarkoba Polres Garut.

Untuk aksi penjambretan yang dilakukannya, pelaku dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara. Pihaknya juga terus mengembangkan jaringan lain terkait kasus penjambretan tersebut. (Hakim AG)***