Berniat Mengambil Sandal, Bocah Berumur 4 Tahun Terseret Sungai Cimanuk

Foto : Ilustrasi

GARUT, (GE).- Nasib malang menimpa seorang bocah berumur 4 tahun, Muhammad Rajib Alfares. Gara-gara berniat mengambil sandalnya yang terjatuh ke parit, ia malah terjatuh dan terseret derasnya air parit yang mengalir ke Sungai Cimanuk  tersebut, Rabu (1/3), sekira pukul 17.00 WIB.

Humas Basarnas Bandung, Joshua, mengatakan, saat itu korban sedang bermain di dekat parit bersama ketiga temannya. Secara tak sengaja, sandal milik korban terjatuh ke dalam parit.

“Korban berniat mengambil sandalnya yang masuk ke parit. Tapi nahas korban terpeleset ke parit,” ujar Joshua, Kamis (2/3).


Joshua menyebut, saat itu sedang terjadi hujan deras sehingga membuat arus air cukup besar. Ketiga temannya berusaha membantu korban namun tak bisa.

Korban yang berasal dari Kampung Depok, Desa Sirnagalih, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat itu, akhirnya terbawa arus air. Teman korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut kepada orang tua korban.

“Kami baru menerima laporan tadi (kemarin-red) pukul 12.00 dari Polsek Bayongbong. Satu tim sudah diterjunkan untuk mencari korban,” katanya.

Hingga kemarin sore, tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban.

Sementara itu, akibat hujan yang deras sejak Rabu sore membuat akses Jalan Kamojang yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut sempat terputus. Timbunan tanah menutup akses jalan alternatif itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakari, mengatakan, longsor terjadi sekira pukul 19.00 WIB di Kampung Mojang, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Tebing setinggi tiga meter dengan lebar empat meter ambrol dan menutup Jalan Kamojang. Longsoran tanah sudah dibersihkan menggunakan kendaraan ekskavator milik PT Pertamina Kamojang.

“Di wilayah itu memang rawan terjadi longsor. Pagi tadi dibersihkan dan Jalan Kamojang sudah bisa dilalui,” ucap Dadi.

Menurut Dadi, bencana longsor pada pekan ini juga sempat terjadi di Kecamatan Malangbong, Cilawu, dan Talegong. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Pihaknya pun sudah meminta warga yang berada di kawasan tebing untuk berhati-hati.

“Kebanyakan longsornya menutup jalan saja. Namun di Cilawu longsornya mengancam dua rumah, tapi sudah ditangani,” katanya.

Selain longsor, BPBD juga mewaspadai banjir yang bisa menimpa kawasan perkotaan Garut. Curah hujan yang tinggi pada pekan ini terus dipantau terutama Sungai Cimanuk yang arusnya bisa bertambah. (Farhan SN)

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI