Bermodalkan Rp 10 Juta, Karang Taruna Mangkubumi Kembangkan Usaha Konveksi

GARUT, (GE).– Biarpun kedudukan Karang Taruna Mangkubumi hanya setingkat Rukun Warga (RW) di Desa Cibatu, namun organisasi sosial kepemudaan ini telah mampu melakukan pemberdayaan dalam upaya mengembangkan ekonomi produktif yang bergerak dalam usaha bidang konveksi. Meskipun baru 3 bulan, namun karang taruna ini tampaknya cukup prospektif.

“Jenis usaha bidang konveksi yang kini dijalankan oleh Karang Taruna Mangkubumi, merupakan inspirasi yang digagas oleh Budi sebgai ketua karangtaruna. Ia langsung berkoordinasi dengan H. Supardi selaku penasihat karang taruna. Sehubungan Pak Haji telah sukses membidangi jenis usaha konveksi, maka dengan adanya gagasan dari ketua karang taruna yang ditopang oleh H. Roti, langsung mendukungnya,” tutur Cecep salahseorang anggota Karang Taruna Mangkubumi.

Cecep mengatakan, para pemuda di wilayah RW.10 berkumpul untuk merealisasikan gagasan dari Ketua Karang Taruna Mangkubumi Mangkubumi. Barulah pada tanggal 05 November 2016, jenis usaha konveksi itu dilaksanakan. Modal awalnya pinjam dari Hj. Roti sebesar Rp 10 juta. Dengan perinciannya Rp 2 juta untuk bahan (berupa baju batik, lejing, amira, joger, dan celana kolor) dan Rp 8 juta untuk mesin konveksi.


“Untuk sementara, sentra kegiatan konveksi Karang Taruna Mangkubumi RW.10 itu berada di lokasi RT.02 Kampung Salagedang Mangkubumi, Desa Cibatu, Garut. Masih numpang di belakang rumah Hj. Rosi. Para pemuda yang bekerja di tempat tersebut masih terbatas. Dari 50 pemuda yang tercatat di wilayah RW.10, baru 5 orang sebagai pekerja tetap, dan 10 orang anggota sebagai pekerja harian. Hal tersebut, dikarenakan masih terbatasnya peralatan konveksi dan ruangan kerja,” ujarnya.

Saat ini, kata Cecep, Karang Tarunan Mangkubumi hanya memiliki, 1 mesin obras kapasitas tiga benang, dan 3 mesin jahit. Sehingga kurang menyerap tenaga kerja. Padahal, jika ada bantuan dari pemerintah,misalnya dari Disperindadpas Kabupaten Garut, para pemuda di wilayah rukun warga tersebut, pasti akan bekerja. Soalnya, hasil produksi dari karang taruna itu, banyak permintaan pasar.

Diungkapkannya, dari 5 anggota tetap yang bekerja di konveksi Karang Taruna Mangkubumi, setiap bulannya mendapatkan upah Rp 800. Mereka selama 3 bulan, hanya mampu memproduksi lebih dari 150 kodi.

“Sayangnya Karang Taruna Mangkubumi itu masih terbatas peralatan konveksi, modal dan tempat memproduksi. Maka dari itu, kami sangat mengharapkan sekali bantuan dari pemerintah, baik melalui Departemen sosial, maupun dari Disperindag Kabupaten Garut. Saat ini, kami mengharapkan bantuan khusus peralatan mesin konveksi untuk produksi, yaitu 1 unit mesin overdek, 1 unit mesin obras lima benang, 2 unit mesin jahit, dan 1 unit mesin potong,” kata Cecep.

Terkait dengan hal itu, Penasehat Karang Taruna Mangkubumi, H. Supardi mengatakan, karangtaruna ini merupakan wadah para pemuda di wilayah RW.10 Kampung Salagedang Mangkubumi harus didukung semua pihak.

“Pada saat ini, Alhamdulillah perkembangannya sudah terlihat memiliki masa depan yang cerah. Apalagi disokong sarana dan prasarananya oleh pemerintah. Insya Allah akan menyerap tenaga kerja,” tutur H.Supardi. (Ilham Amir)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI