“Bermain” Psikotropika, Tiga Orang Ini Digelandang Polisi di Tiga Tempat Berbeda

MAPOLRES,(GE).- Pengguna dan pengedar narkoba, termasuk jenis jenis psikotropika seolah tak pernah jera, terus “bergentayangan” di tenga-tengah masyarakat. Yang terbaru, anggota Polres Garut berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan psikotropika. Sedikitnya 3 orang diamankan dalam kasus ini.

Kasubag Humas Polres Garut AKP Ridwan Tampubolon mengatakan, terungkapnya kasus ini bermula dari ditangkapnya IN (26) warga asal Kampung Cikantong, Desa Sukamukti, Kecamatan Karangpawitan, Garut. Dari tangan IN, polisis menyita satu strip tablet jenis alfrazolam yang berisi 10 tablet.

“Ya, bermula dari laporan warga, bahwa di Desa Wanaraja, Kecamatan Wanaraja, sering terjadi transaksi obat-obatan psikotropika. IN pertama kali ditangkap petugas, yakni pada Jumat (07/09/2016) sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Raya Wanaraja, Kecamatan Wanaraja,” ungkapnya.


Dikatakannya, dari IN petugas mendapat barang bukti 10 tablet alfrazolam. Dari hasil pengembangan penangkapan IN, petugas kemudian memburu warga lain berinisial B, 48, asal Kampung Kudang RT02/04, Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja.

“Masih di hari yang sama, B kemudian diamankan di Jalan Raya Cibatu, Desa Cibeureum, Kecamatan Pangatikan, pada pukul 13.00 WIB. Dari B, petugas menyita enam tablet psikotropika jenis riklona clonazepam,” jelasnya.

Polisi pun kembali mendapat keterangan baru mengenai adanya seorang warga lainnya, yaitu seorang pria berinisial EC, 41, warga Kampung Kalangsari RT03/04, Desa Cibereum, Kecamatan Pangatikan. EC diamankan di Kampung Kalangsari pada sore hari pukul 16.30 WIB.

“Dari penggeledahan terhadap EC, petugas mendapai tiga lembar (strip) tablet psikotropika jenis riklona clonazepam, yang masing-masingnya terdapat 10 tablet,” ucapnya.

Ketiganya kemudian digiring ke Mapolres Garut untuk kepentingan proses selanjutnya. Mereka pun menjalani tes urine.

“Barang bukti berupa obat-obatan psikotropika dikirim ke labfor untuk ditindaklanjuti. Asal usulnya (obat-obatan) masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Ketiga orang warga tersebut dijerat polisi dengan Pasal 62 subsider Pasal 60 ayat (2), subsider Pasal 60 ayat (5), UU RI No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Adapun hukuman yang mengancam mereka adalah pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI