Berhias Aneka Warna, Ciwalen jadi Kelurahan Pelangi

SEJUMLAH warga Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, tampak asyik mengecet dinding tembok di lingkungannya. Wara bertekad menjadikan Ciwalen sebagai Kelurahan Pelangi. (Foto : Kang Oni)***

IBARAT pelangi, rupanya indah warna-warni. Begitulah suasana lingkungan di Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ciwalen tak lagi kumuh. Kini malah berubah cantik. Dinding-dinding tembok yang dahulu terlihat kusam, kini ibarat gadis cantik berseri-seri. Tak ada lagi jalanan becek atau saluran air yang tak sedap dipandang mata.

Meski berada di lingkungan padat penduduk, berjalan-jalan di Kelurahan Ciwalen, sontak membuat pikiran menjadi segar. Karena mata kita dimanjakan lukisan-lukisan atraktif aneka warna.


Berbagai lukisan kartun menghiasi tembok-tembok rumah, benteng jalan, dan bangunan lainnya. Memang, kebanyakan lukisan buatan warga tesebut merupakan gambar kartun yang lucu mengundang senyum.

Di sudut lainnya, lukisan panorama alam nan cantik. Seketika membuat kita lupa, bawa sebenarnya sedang berada di pemukiman yang berdekatan dengan gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) 1 Jalan Guntur. Itulah yang membuat kehidupan warga di sana kini lebih ceria.

Lurah Ciwalen, H. Agus Tomi, bertekad agar wilayahnya tidak ingin disebut lagi kawasan kumuh. Karena itu, ia bersama warga setempat kemudian mengecat lingkungan kelurahan dengan desain warna-warni.

“Kami ingin Ciwalen disebut kelurahan pelangi. Artinya penuh dengan warna warni, tetapi dalam satu kesatuan,” kata Agus, Senin (16/4/18).

Agus menjelaskan, sebenarnya ide melukis lingkungan dengan cat warna-warni itu datang dari ibu-ibu PKK di sana. Bahkan, proses pengerjaan pun melibatkan ibu-ibu kader, anak-anak, remaja, dan warga lainnya. Ide tersebut kemudian diapresiasi pemerintahan kelurahan. Rupanya warga yang lain juga tergerak untuk mengikuti.

Agus optimis, meski menggunakan biaya swadaya masyarakat, sebanyak 14 RW di Kelurana Ciwalen, semuanya segera berwarna pelangi. Meski berwarna-warni ibarat bendera partai politik, Agus menegaskan, penataan lingkungan tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan apiliasi politik.

Menurut Agus, kegiatan gotong-royong menata lingkungan itu murni dan iklas dari hati nurani warga. (Kang Oni/GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI