Berbuat Keji Terhadap Korbannya, Ancaman Hukuman Bagi Pelaku Pembunuhan Mahasiswi Akper Terlalu Ringan

GARUT, (GE).- Perbuatan sadis dan keji telah dilakukan RF (20). Selain mencuri benda milik korban, pelaku juga tega menghabisi nyawa dan merudapaksa korbannya.

Polisi mengungkapkan, sebelum kejadian pelaku sudah mabuk. Lalu pelaku masuk ke rumah melalui jendela belakang setelah naik ke genting. Saat mengambil barang di rumah, korban terbangun dan berteriak,” ucap Kasat Reskrim Polres Garut, AKP. Sugeng Heryadi, Senin (5/12/2016).

Menurut Sugeng, pengakuan RF yang melakukan aksinya bersama satu orang lain hanya sebagai akal-akalan saja. Hal itu dilakukan agar seolah-olah RF tak menjadi pelaku utama.


“Sudah kami pastikan jika pelakunya hanya satu orang. RF kami kenakan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” katanya.

Menanggapi ancaman hukuman yang diberikan kepada tersangka, Kepala Bidang Advokasi Pendampingan dan Pemulihan P2TP2A Kabupaten Garut, Nitta K Widjaya, menilai hukuman yang diterapkan aparat kepolisian terhadap pelaku, “RF” (20), tidaklah cukup.

“Hukuman yang diterapkan aparat kepolisian terhadap pelaku, yakni Pasal 365 tentang pencurian dan pemberatan itu kami nilai masih kurang. Memang pelaku mulanya melakukan pencurian, tetapi dia membunuh dan memperkosa korban,” kata Nitta, Kamis (8/12/2016).

Diungkapkannya,  pelaku, warga Kampung Lebaksari RT03/23, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut ini tergolong sangat sadis, yaitu memperkosa setelah korban tewas.

“Kami berupaya agar pelaku ini dihukum seumur hidup. Kami dorong aparat kepolisian menerapkan penambahan hukuman pemberatan dengan memperhatikan fakta-fakta yang terjadi,” tandasnya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI