Belum Lama Diperbaiki, Jalan A Yani- Ciparay Rusak dan Dilanda Banjir

GARUT, (GE).- Ruas jalan raya A. Yani di bilangan Ciparay, Kecamatan Karangpawitan, Garut kembali terendam banjir. Buruknya sistem drainase di kawasan tersebut diduga kuat menjadi salah satu penyebabnya. Ruas jalan raya A Yani, terutama di persimpangan jalan gerbang masuk kawasan makam Keramat Godog, kerap menjadi langganan banjir.

Sebenarnya belum lama ruas jalan tersbut ini baru diperbaiki. Namun, karena perbaikan yang alakadarnya, saat intensitas hujan tinggi kawasan jalan tersebut kembali rusak. Selain meimbulkan banjir “cileuncang,” saat jam sibuk, kawasan ini kerap dilanda kemacetan parah. Hal ini akibat pengendara saat melintas kawasan tersebut harus menjalankan kendaraannya dengan sangat lambat.

Hari ini, kawasan Ciparay-Karangpawitan Garut kembali direndam banjir. Hingga menjelang malam ketinggian banjir di Jalan A Yani betulan Ciparay mencapai 80 cm. Rabu (1/3/2017).


Enjang (40) salah satu pedagang dijalan tersebut mengatakan, buruknya drainase menjadi penyebab naiknya air yang kemudian mengalir deras ke ruas jalan raya.

“Banyak pengendara yang jatuh, padahal jalan baru diperbaiki, dua Minggu setelah diperbaiki jalan sudah kembali rusak parah. Kemacetan parah pun jadi pemandangan biasa saat jam sibuk.  Kalau hujan deras berjam-jam air biasanya naik setinggi lutut orang dewasa,” ungkapnya

Kerusakan jalan juga terjadi di Jalan Wanaraja hingga kawasan Kecamatan Cibatu. Komdisi jalan yang rusak ini dikhawatirkan warga. Terlebih jika berkendaraa saat malam hati.

Yogi Gustian, warga kampung Bojong Gedang, Desa Maripari, Kecamatan Cibatu menjadi salah satu koran korban dari rusaknya jalan terseut. Akibat motor yang dikendarainya melindas jalan berlubang,  Ia hingga saat ini harus menjalani perawatan akibat luka yang cukup serius.

“Perbaikan jalan belum dilakukan, khususnya daerah Wanaraja- Cibatu. Saya harap pemerintah segera memperbaiki, kalo perlu diperbaiki keseluruhan karena tambalan jalan pun terkadang membahayakan pengendara motor,” harapnya. (Sidqi Al Ghifari)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI