Belum Kantongi Izin Resmi, Peternak Ayam Ini Ditegur Langsung Camat Selaawi

GARUT, (GE).- Merasa tak digubris saat mengingatkan peternakan ayam di wilayahnya, Camat Selaawi, Ridwan Effendi, geram. Ia turun langsung untuk menegur pengelola peternakan ayam yang sejauh ini diketahui belum mengantongi izin resmi.

Hal tersebut dilakukan Ridwan, setelah dirinya mengaku sudah beberapa kali memberi peringatan, baik berbentuk lisan maupun tulisan. Namun teguran itu, tidak diindahkan oleh pengelola ternak ayam potong yang berlokasi di Kampung Cinangsi, Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.

Dengan nada tegas, Ridwan Effendi bersama anggota Muspika Selaawi, menanyakan perihal perizinan pendirian peternakan ayam yang di kelola oleh seorang warga bernama Gun Gun Bagja Gumilar.


“Ini semua adalah bentuk tindak lanjut dari upaya pihak pemerintah dalam menegakan peraturan daerah. Selain itu, teguran ini tidak lain untuk menjalankan fungsi pemerintah dalam mengawasi wilayah kerja,” tandasnya.

Ridwan mengaku, sampai saat ini, belum mengeluarkan rekomendasi apapun kepada pengelola peternakan. Teguran ini, merupakan teguran ke tiga yang di lakukan oleh dirinya. Ridwan menyayangkan, setelah beroprasi selama tiga bulan pihak pengelola seakan tidak juga menempuh perizinan, padahal, izin mendirikan bangunan dan izin-izin yang lainpun sangatlah penting.

“Apalagi, peternakan ayam di Desa Cigawir ini termasuk besar bila dibandingkan dengan beberapa peternak ayam yang ada di Selaawi. Hal lain yang cukup di sayangkan, pengelola yang sudah berdiam diri di wilayah Selaawi selama tiga bulan tersebut belum mempunyai surat domisili. Sedangkan alamat yang tertera di KTP miliknya, berdomisili di Cimahi Bandung,”  tutrnya, Kamis (13/07/2017).

Semantara itu, sang pengelola peternakan ayam, Gun Gun Bagja Gumilar (53) mengakui jika selama ini pewrusahaannya itu belum mempunyai izin. Gun Gun berkilah, jika dirinya tidak mengetahui harus menempuh izin resmi.

Menurutnya, dirinya sudah pernah mengelola peternakan serupa di waktu sebelumnya. Walaupun alasannya tidak masuk akal, Gun Gun berjanji dalam waktu dekat ia akan segera menempuh semua perizinan, sehingga peternakannya yang bisa menampung 40.000 ekor ayam potong tersebut bisa terus berjalan.

Setelah mendapatkan teguran keras, atas permintaan Camat Selaawi, pengelola menandatangani surat pernyataan. Isi dari surat tersebut, ialah pihak pengelola akan menempuh perizinan lengkap, dengan batas waktu hingga tanggal 30 Juli 2017. Jika hal itu tidak bisa di buktikan, maka peternakan yang ia kelola akan di tutup sementara oleh pihak berwajib. (Useu G Ramdani).***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI