Belum Ada Korban Jiwa, Bupati Anggap Peningkatan Kasus DBD Biasa Saja

KOTA, (GE).- Dengan alasan belum mengakibatakn korban jiwa, Bupati Garut Rudy Gunawan menilai peningkatan kasus demam berdarah dengeue (DBD) di Garut tidak signifikan. “Kasus DBD memang terjadi di Garut saat ini. Namun peningkatan kasusnya tidak begitu signifikan dan belum menyebabkan penderitanya meninggal dunia,” ujar Rudy.

Pernyataan Bupati tersebut bertentangang dengan keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr. Tenny Swara Rifai yang menyatakan berjangkitnya DBD di Garut belakangan ini sudah dalam kategori status kejadian luar biasa (KLB). Selain itu, Rudy mengaku, hingga saat ini dirinya belum menerima laporan sejauh mana perkembangan kasus DBD yang terjadi di Garut. Begitupun halnya dengan penetapan DBD sebagai KLB sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Tenny S Rifai sebelumnya.

Meski menilai kejadian DBD di Garut ini sebagi hal yang biasa, akan tetapi Rudy meminta dinas kesehatan untuk melakukan penanganan secara luar biasa. Menurutnya percuma saja jika penanganan DBD ini dilakukan secara biasa-biasa apalagi tanpa penanganan sama sekali.
Rudy meminta dinas kesehatan untuk menyikapi kasus DBD ini secara serius dengan melakukan hal yang luar biasa. Hal ini bertujuan untuk mencegah agar kasus DBD ini tidak semakin merebak dan menimbulkan dampak lebih parah.

“Menurut saya, kejadiannya biasa tapi penanganannya harus dilakukan secara luar biasa. Akan percuma saja kalau hal ini tidak ada penanganannya bahkan dampaknya bisa lebih parah,” katanya.

Diungkapkan Rudy, jauh sebelum terjadinya kasus DBD di Garut ini, dirinya sudah mengingatkan dinas kesehatan agar hal yang berkaitan dengan masyarakat harus ditangani dengan baik. Bahkan dia sudah meminta dinas kesehatan bekerja luar biasa. Namun rupanya hal tersebut tidak dilakukan sehingga kini muncul dampak yang yang tidak diharapkan. “Karena tidak waspadanya dinas kesehatan, ya jadinya seperti ini. Padahal sejak jauh-jauh hari saya sudah meminta agar dinas kesehatan melakukan upaya preventif dengan berbagai upayanya,” ucap Rudy.

Lebih lanjut, Bupati mengaku masih melihat dalam penanganan sebelum kejadian tidak ada kesungguhan seperti dengan melakukan edukasi dalam pencegahan kepada masyarakat. Selain itu ia pun melihat jika kondisi cuaca dalam posisi pancaroba seperti sekarang ini menjadi tambahan terjadinya kasus DBD.

Menanggapi masalah keterbatasan anggaran yang menjadi kendala dalam upaya penanganan maraknya DBD ini, Rudy menandaskan jika dinas kesehatan bisa melakukan efisiensi anggaran. Karena menurutnya, untuk pelaksanaan fogging atau pengasapan, tidak membutuhkan dana terlalu besar. Rudy juga menyebutkan, peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan maraknya DBD sangat besar. Oleh karenaya dia mengimbau agar masyarakat lebih aktif lagi dalam menjaga kebersihan lingkungannya. (Slamet Timur)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN