Belasan Tahun Mengabdi, Akhirnya Satpol PP Resmi Ditarik dari Pendopo

GARUT, (GE).- Tak kurang dari 15 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas belasan tahun di rumah dinas Bupati Garut, Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, per 1 Februari lalu ditarik ke markas besar Satpol PP di Jalan Pahlawan, Tarogong Kidul.

Kini tugas untuk menjaga rumah dinas (rumdin) Bupati Garut digantikan oleh petugas satuan pengamanan dari pihak ketiga (outsourching) atau petugas kemanan swasta.

Asisten Daerah (Asda) III, Kabupaten Garut, Asep Sulaeman Farouk menjelaskan, penggantian penjagaan ini bukan karena Satpol PP tidak mumpuni menjaga rumah dinas.


Pengembalikan Satpol PP ini lebih kepada tugas sebagaimana mestinya berdasarkan peraturan kepegawaian, yaitu mengembalikan tugas Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah (Perda).

Penggantian tugas jaga atau piket dari Satpol PP ke pihak ketiga ini akan dilakukan secara bertahap. Dimana peranan Satpol PP yang bertugas di dinas-dinas mulai ditarik kembali.

“Sekarang ini di rumah wakil bupati, sekda, ketua DPRD, dan di beberapa rumah dan kantor dinas masih dijaga Satpol PP. Ke depan tentunya akan diganti oleh satuan pengamanan pihak ketiga,” ungkapnya. Ahad (5/2/2017).

Kasatpol PP Garut, Mlenik Maumeriadi, mengatakan penarikan ini juga didasarkan karena jumlah anggota Satpol PP untuk penegakan peraturan daerah ini masih kekurangan personil.

“Makanya yang berada di luar tugasnya, kita tarik ke markas besar, dan tugas-tugasnya diisi oleh orang yang memang juga benar-benar berkompetensi dibidang tersebut,” tukasnya.

Sementara itu, untuk Satpol PP yang bertugas di masing-masing Kecamatan akan tetap bertugas di tempat tersebut, karena keberadaanya sudah berdasarkan Tupoksinya.

“Kalau yang di Kecamatan tidak ditarik, karena di tiap Kecamatan pun dibutuhkan petugas untuk penegakkan Perda.” ujarnya. (Hakim)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI