Belasan Rumah di Cipangramatan Terancam Longsor

CIKAJANG, (GE).-  Guyuran hujan dalam sebulan terakhir berdampak pada lingkungan yang rawan longsor. Beberapa wilayah di Kabupaten Garut khususnya yang berkontur tanah labil kini dihadapkan pada bahaya longsor yang setiap saat mengancam. Baru-baru ini terjangan longsor kembali melanda kawasan Kampung Sawah, Desa Cipangramatan, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.

Kabag Ops Polres Garut, Kompol Wira Sutriana, menyebutkan, akibat longsor yang terjadi pada Senin (8/2/2016) petang itu, sedikitnya 14 rumah penduduk di kawasan tersebut terancam. Longsoran  tebing setinggi kuang lebih 500 meter dengan lebar 200 meter itu dikhawatirkan akan mengakibatkan longsor sewaktu-waktu.

“Ya, lokasi longsor telah terjadi di kawasan Kampung Sawah, tepatnya RT 08 RW 4, Desa Cipangramatan,  Kecamatan Cikajang. Dampaknya cukup membahayakan juga karena disekitarnya terdapat 14 rumah warga yang posisinya terancam ambruk,” ujar Wira, Selasa (9/2/2016).

Dikatakannya, tebing yang ambruk itu lokasinya berada di belakang pemukiman warga dengan jarak yang hanya beberapa meter. Jika kembali  terjadi longsor susulan, tak menutup kemungkinan 14 rumah yang berada di dekatnya itu akan ikut tergerus.

Pasca tentang terjadinya longsor tersebut,  sejumlah anggota kepolisian langsung diterjunkan ke TKP. Namun karena kondisi cuaca yang gelap saat itu ditambah adanya potensi kerawanan, petugas tak bisa lebih jauh melakukan peninjauan.

“Untuk berjaga-jaga, kami akhirnya menempatkan dua anggota tak jauh dari lokasi longsor. Keberadaan merewka di sana diharapkan bisa memberikan rasa tenang terhadap warga dan juga sebagai upaya antisipasi agar laporan bisa secepatnya disampaikan jika terjadi sesuatu,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut. Namun para penghuni dari rumah yang terancam terpaksa harus diungsikan ke tempat lain yang lebih aman. Wargapun diimbau untuk senantiasa siaga menghadapi kemungkinan terjadinya longsor susulan terutama saat dan setelah turun hujan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakaria, membenarkan adanya musibah longsor di kawasan Kampung sawah, Desa Cipangramatan.

“Ya, kami telah menerima laporan dari camat setempat tentang bencana longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Cikajang tepatnya di Kampung Sawah, Desa Cipangramatan. Menurut camat, tebing yang longsor itu memang berada tak jauh di belakang permukiman warga dan material longsoran menimbun areal persawahan sekira  5 hektare hingga sempat menutup jalan penghubung antara Desa Cipangramatan, Jaya Bakti, dan Dangiang,” katanya.

Diterangkannya, kini jalan tersebut sudah bisa dilalui kembali. Warga langsung bergotong royong untuk membersihkan material longsoran dari badan jalan dengan menggunakan peralatan seadanya.

Sementara itu Kepala Desa Cipangramatan, Yeye Kurnia, menambahkan kondisi tanah pada tebing yang longsor itu memang kondisinya labil. Hal ini menambah kerentanan bagi rumah-rumah yang berada di bagian atas tebing ikut tergerus jika sampai terjadi longsor susulan.

“Jika para penghuni 14 rumah yang terancam itu tak segera diungsikan, kami khawatir terjadi hal yang tak diharapkan. Hal ini dikarenakan tingginya potensi bahaya akibat kondisi tanah yang labil ditambah jarak dari bibir tebing yang longsor ke rumah warga yang kian dekat,” jelasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN