Belasan Korban Belum Ditemukan, Basarnas Perpanjang Pencarian Hingga Oktober

KOTA, (GE). – Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan memperpanjang pencarian korban hilang akibat Banjir Bandang Cimanuk di Garut, Selasa pekan lalu. Perpanjangan waktu ini diberlakukan sampai dengan tanggal 3 Oktober 2016 mendatang.

Kepala Basarnas, FHB Soelistyo, mengungkapkan pencarian korban akan difokuskan di waduk Jati Gede, Sumedang. Hingga saat ini di waduk tersebut sedikitnya telah ditemukan enam orang. “Keputusan ini berdasarkan kami dasarkan hasil analisis dari sembilan hari pencarian yang telah dilakukan tim,” ujar Soelistyo, usai mendampingi Presiden Jokowi di lokasi bencana, Kamis, (29/9/16).

Menurut Soelistyo, lambatnya pencarian korban ini karena di waduk Jati Gede banyak tumpukan sampah. Hal ini juga diperparah oleh banyaknya material yang terbawa oleh banjir bandang termasuk lumpur.


Karena itu tim SAR dibantu tim gabungan lainnya menerjunkan 120 personil. Tim juga mendatangkan alat berat, drone dan 15 perahu karet. “Kita belum menerjunkan tim penyelam, karena kalau sudah lama biasanya jenazah itu mengambang,” ujar Soelistyo.

Soelistyo juga mengaku sangat memperhatikan instruksi Presiden Jokowi saat kunjungannya ke lokasi bencana di Garut agar Basarnas melanjutkan upaya pencarian korban bencana yang menghanyutkan 453 rumah penduduk di sekitar sungai Cimanuk ini.

“Pencarian dan evakuasi korban itu memang tugas kami, dan kami yang diberi kewenangan untuk memutuskan pemberhentian atau diteruskan. Karena jumlah korban masih banyak dan keluarga korban masih berharap besar pada kami, maka kami putuskan untuk memperpanjang,” imbuhnya.

Hingga saat ini jumlah korban banjir yang telah ditemukan mencapai 34 orang. Sedangkan yang masih dalam pencarian mencapai 19 orang. (Slamet Timur). ***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI