Bekerjasama dengan Kohigar, Bapas Garut Bekali ABH Keterampilan Hidroponik

GARUT, (GE).- Dinilai rentan haknya terabaikan, anak bibawah umur harus mendapatkan perhatian khusus. Terlebih pada anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) mereka benar-benar harus mendapatkan perhatian dan bimbingan yang cukup.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas II Garut, Lilis Yuaningsih pada acara Bimbingan Keterampilan Menanam Hidroponik Terhadap Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum (ABH), di Bapas Klas II Garut, Jumat (3/2/2017).

“Sebagaimana kita ketahui bahwa anak merupakan amanah dan karunia Tuhan YME yang memiliki harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Anak memiliki potensi sebagai generasi penerus bangsa, mempunyai peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan,” ungkap Lilis.


Dijelaskannya, dalam UUD 1945 pasal 28 B ayat (2) disebutkan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hal itulah yang mendorong diterbitkannya UU N0. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Pidana Anak.

“Dalam kontek itulah, kami saat ini melaksanakan kegiatan pemberian keterampilan terhadap ABH berupa cara menanam hidroponik.” Jelasnya.

Dalam kegiatan ini sedikitnya 25 ABH yang berasal dari sejumlah daerah seperti  Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis, turut menjadi peserta.

Menurut Lilis, bimbingan dengan memberikan bekal keterampilan kemandirian terhadap klien atau warga binaan khususnya bagi ABH dari berbagai daerah ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi Bapas. Selain membuat penelitian, pendampingan dan pengawasan pun tetap dilakukan Bapas terhadap klien atau warga binaan.

Dengan pelatihan ini, diharapkannya bisa mengembangkan potensi diri, menanamkan rasa tanggungjawab dan sikap percaya diri setelah anak itu berurusan dengan hukum dan kembali ke masyarakat.

“Kami juga mengupayakan agar ABH lebih mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Bahkan diharapkan pula ABH yang sudah mendapat bekal keterampilan bisa menularkan ilmunya saat kembali bersosialisasi dengan masyarakat,” ucapnya.

Diungkapkannya, keterampilan hidroponik ini merukan hasi kerjasama dengan Komunitas Hidroponik Garut (Kohigar). Bapas Garut sendiri merupakan pilot proyek dalam hal penanaman hidroponik. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI