Bejat! Setelah Menyekap dan Menyetubuhi, Residvis Ini Menjarah Harta Benda Milik Korban

Beberapa anggota Satreskrim Polres Garut memeriksa sejumlah barang bukti, sementara di belakang tersangka kasus kriminal (baju kuning) tampak dengan balutan berban di kakinya, Rabu (15/08/2018)***

GARUT,(GE).- Aksi bejat sekaligus brutal dilakukan tersangka FR (31) seorang residivis di Garut, entah setan apa yang merasuk pada diri FR sehingga dengan teganya menyekap, mensetubuhi kemudian menjarah barang milik NS (47) korbannya.

Menurut Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, kejadian cukup mengenaskan tersebut terjadi pada 2 Agustus (2018) lalu. Dalam kejadian tersebut, korban yang tengah berada di rumahnya, tepatnya di Kampung Cikendal Girang, Desa Keryamukti, Kecamatan Banyuresmi, Garut didatangi pelaku.

“Pelaku memasuki rumah korban dengan cara merusak atap rumah dengan menggunakan obeng,” ujar Budi kepda sejumlah awak media di Mapolres Garut, Rabu (15/8/2018).


Diungkapkannya, tersangka kemudian menyekap mulut dan kaki korban menggunakan sobekan kain, hingga korban tak berdaya. “Nah dalam keadaan tak berdaya itulah tersangka memperkosa korban,” ujarnya.

Korban yang tak berdaya setelah diperkosa ditinggalkan begitu saja dengan keadaan mulut, kaki dan tangan korban masih terikat sobekan kain. “Pelaku kemudian melarikan diri, setelah menguras barang milik korban,” ungkapnya.

Meenurut Budi, pelaku yang tercatat sudah dua kali sebagai residivis dalam kasus serupa, berhasil menggondol sepeda motor matic merk beat, smartphone Samsung, jaket merk vespa. “Motor hasil curian dijual seharga Rp 1,5 juta,” kata dia.

Tak terima dengan perlakuan bejat tersangka, pelaku akhirnya melaporkan kasus yang telah dialaminya pada hari yang sama. “Tersangka sempat buron dua pekan dan berkeliaran di sekitar kampung Cikendal,” ujar dia.

Akhirnya, setelah mendapati laporan itu, satu unit tim reserse polres Garut diterjunkan melakukan pengejaran terhadap tersangka. “Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di rumahnya, setelah berencana kabur dan melawan petugas,” ujar dia.

Untuk mendalami kasus tersebut, lembaganya ujar Budi, mulai menyelidiki adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus pencurian kendaraan motor milik korban. “Kami juga tengah mmemeriksa seseorang yang diduga penadah barang curian tersangka,” ujarnya.

Selama ini, korban sudah tercatat dua kali menjadi penghuni penjara dalam kasus pencurian kendaraan bermotor. “Makanya penadah tadi kita akan periksa secara ibtensif, sejauh mana keterlibatannya dalam kasus lain yang melibatkan tersangka,” ungkap Budi.

Kini untuk mempertanggung jawabkan kelakuannya, tersangka kembali mendekam di sel tahanan polres Garut dengan penjagaan ketat petugas. Nampak kaki kanan sebelah kanan masih terbungkus perban akibat tembusan timah panas petugas.

Atas kelakuannya, tersangka terancam pasal 365 KUHP ayat 1 dan 2 soal pencurian dan kekerasan, serta pasal 286 KUHP tentang persetubuhan terhadap orang yang tidak berdaya. “Tersangka terancam hukuman 12 tahun dan 9 tahun penjara,” jelasman. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI