Beberapa Parpol Mulai “Riweuh,” Siapa Saja Bakal Calon Kepala Daerah yang Pantas Maju dalam Pilkada 2018 ?

GARUT, (GE).- Sejumlah partai politik (Parpol) di Kabupaten Garut mulai melakukan persiapan terkait Pilkada serentak 2018. Sejumlah langkah dipersiapkan untuk menghadapi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut serta Gubernur Jawa Barat.

Salah satunya, partai Nasdem disebut-sebut telah berkomunikasi dengan parpol lain. Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Garut, Tubagus Hamzah, menyebutkan komunikasi politik mesti dibangun karena jumlah kursi partainya di DPRD tak mencapai 20 persen.

“Dengan jumlah kursi yang tak mencapai 20 persen, kami rasional saja,” kata Hamzah, Kamis (27/4/2017).


Dijelaskannya,  DPP Partai Nasdem memberi keleluasaan di daerah untuk berkoalisi. “Namun untuk di Garut kami belum melihat sosok tokoh. Namun kami tetap berkomunikasi dengan parpol lain,” katanya.

Bagus Hamzah menyebut, Partai Nasdem fokus dalam memberikan sejumlah pelatihan bagi para kadernya.

“Kami fokus menyiapkan kader untuk Pilkada 2018. Misalnya dengan memberi pelatihan saksi bagi kader partai,” tukasnya.

Sementara itu, Partai Golkar hingga kini belum menentukan calon yang akan maju di Pilkada tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Waktunya nanti berbarengan dan digelar bulan Juni 2018. Jadi perlu waktu juga untuk menentukan calon-calon pemimpin daerah,” kata Pengurus DPP Partai Golkar Ferdiansyah.

Seperti partai ainnya, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut juga tengah “riweuh” mempersiapkan sejumlahj agenda politiknya. Diantaranya pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati. Rencananya, pendaftaran calon kepala daerah dilakukan PDI Perjuangan pada pertengahan Mei 2017.

Salah satu kader PDI Perjuangan, Dedi Hasan Bahtiar, mengatakan partainya belum melakukan tahapan penjaringan calon. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat itu berujar, siapapun kader PDI Perjuangan yang maju dalam Pilkada, mesti melakukan tugas dengan baik.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Abdy Yuhana, menjelaskan keputusan siapa yang maju dalam Pilkada serentak dari partainya berada di tangan DPP. “Semua keputusan diserahkan ke DPP,” tukasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI