Beberapa Jabatan Kosong, Pemdes Mekarasih Gelar Seleksi Secara Ketat

GARUT, (GE).- Untuk mengisi kekosongan beberapa posisi jabatan di lingkungan Pemerintahan Desa (Pemdes) Mekarasih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, baru-baru ini Panitia seleksi Pemdes Mekarasih menggelar seleksi secara ketat.

Panitia seleksi, dalam hal ini Kasie Pemerintahan Desa setempat menggelar beberapa tahapan seleksi, mulai dari seleksi tertulis dan praktek bagi pelamar untuk beberapa posisi jabatan perangkat desa. Bertempat di aula Desa Mekarasih, Jumat (03/03/2017).

Menurut Asep Suparman, ketua panitia sdeleksi yang juga ketua Badan Permusyawaratan Desa Mekarasih, dari sembilan pelamar tujuh orang diantaranya dinyatakan memenuhi kriteria administrasi untuk seleksi.


“Ya, pembukaan pendaftaran ini diantaranya untuk melengkapi kekosongan aparat di Desa Mekaraasih. Diantara jabatan yang kosong itu, ialah  tiga orang Kepala Dusun, satu orang Kepala Urusan Perencanaan, Dan satu orang Kepala Urusan Keuangan.” Jelasnya.

Dikatakannya, perangkat atau pejabat yang lama dinyatakan sudah memasuki masa tua. Sehingga sudah tidak memungkinkan bekerja maksimal,” katanya.

“Rata-rata mereka (peserta seleksi/ red) masih berusia muda. Kami berharap dengan perangkat yang masih muda ini bisa memiliki semangat dan etos kerja yang tonggi. Apalagi semua peserta seleksi mampu mengoprasikan komputer.” Ungkapnya.

Sementara itu, tim seleksi perwakilan dari kantor Kecamatan Malangbong yang diketuai Yoyo, mengapresiasi terhadap antusiasme pelamar. Ia menyatakan semua pelamar memiliki semangat yang tinggi untuk membangun desanya.

“Bagi yang tidak lulus seleksi bukan berarti pemerintah tidak membuktikan mereka. Melainkan karena keterbatasan posisi jabatan. Karena itu, kita berharap bila ada kekosongan lagi, pemdes Mekarasih wajib mengambil dari pelamar yang sudah ada.” Katanya.

Ditegaskannya, bagi para pelamar yang nantinya dinyatakan lulus seleksi, bisa bertanghung jawab dengan jabatannya. Ke depannya, pemerintah tidak mungkin membiarkan kesejahteraan aparat. Sedangkan proses rekruitmenyapun lumayan tidak mudah.” Tandasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta tes yang melamar kepala dusun, Evi, mengaku tidak semata hanya ingin melamar menjadi aparat desa. Alumnus MA An nur Malangbong ini memiliki cita-cita ingin merubah paradigma terkait tugas kepala dusun yang hanya menjadi tukang pungut PBB saja.

“Dengan adanya Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru dalam pemerintahan Desa, jusetru peran Kepala Dusun sangat srategis. Sebagai petugas pelaksana kewilayahan tentu mewakili Kepala Desa, tentunya sangat berperan penting dalam mensukseskan roda pemerintahan di desa.” Ungkapnya.

Dengan berbekal ilmu yang dimilikinya, ia bertekad menjadi kepala dusun yang berdaya guna khususnya bagi tanah kelahirannya. (TAF Senopati)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI