Baznas Salurkan Bantuan untuk Pelajar, Guru Ngaji dan Masyatakat

Ketua BAZNAS Kabupaten Garut, H. Aas Kosasih .S.Ag.M.Si., saat diwawancarai sejumlah awak media di gedung Pendopo, Garut, Kamis (19/10/17)/ foto: Jay Wijaya/ GE.

GARUT, (GE).- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)  Kabupaten Garut kembali menyalurkan bantuan. Kali ini Baznas menyalurkan bantuan untuk kalangan pelajar sebanyak 840 orang dan batuan kepada guru ngaji sebanyak 350 orang. Bantuan yang disalurkan kepada kalangan pelajar dan guru ngaji ini,  merupakan realisasi dari program Garut Cerdas dan Garut Taqwa.

Selain itu,  Ketua BAZNAS Kabupaten Garut, H. Aas Kosasih .S.Ag.M.Si., bantuan juga diberikan untuk program Garut Sehat, kepada penderita hydrosefalus dan penderita tumor di Kecamtan Cibatu. Sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp 250 juta. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Gedung Pendopo Kabupaten Garut yang dihadiri oleh Bupati Garut, Rudy Gưnawan, Ketua MUI, KH. Sirojul Munir,  perwakilan Baznas pusat dan tamu undangan lainnya.

Usai acara, Ketua Baznas Kabuparen Garut, Rd Aas Kosasih mengatakan, bahwa santunan itu merupakan hasil dari gerakan Ayo Bayar Zakat yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Kini, pendapatan zakat, lanjutnya jauh lebih meningkat. Bahkan terobosan pengumpulan zakat oleh Baznas Garut dinilai paling spektakuler Se-Provinsi Jawa Barat.


“Kegiatan ini bertema Gebyar Garut Cerdas dan Garut Taqwa, dengan melakukan Pendistribusian Santunan 1190 Mustahik Dalam Rangka Milad Baznas Yang Ke-1. Artinya dengan adanya gerakan ayo berzakat meskipun di Kabupaten Baznas baru satu tahun berdiri, namun alhamdulillah sekarang sudah terkumpul Rp 2,7 milyar hingga akhir September 2017. Saya optimis sampai akhir tahun nanti akan mencapai Rp 3 miliar,” ujar Aas kepada wartawan, Kamis (19/10).

Aas menambahkan, potensi zakat di Kabupaten Garut ini,  pertahun bisa mencapai Rp 50 miliar. ” Untuk aparatur sipil negara saja,  perbulan bisa mencapai Rp 5 miliar.  Sekarang ini yang masuk ke Baznas baru sekitar Rp 250 juta.  Kalau saja imbauan dari pemerintah ditaati,  pemasukannya jauh akan lebih besar,” ujarnya.

Meski demikian, Ia berterima kasih kepada Bupati Garut dan pemerintahannya yang telah membantu lembaganya, dengan memneri bantuan mobil operasional. “Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati, yang telah memberi bantuan mobil operasional. Bahkan tahun depan rencana pak Bupati akan memberikan kendaraan untuk jemputan zakat ke pasar-pasar dan tempat lainnya. Ini sebuah terobosan yang sangat hebat,” ucapnya.

Ditambahkannya,  kesadaran bayar zakat, infaq dan sodaqoh warga Garut sudah cukup bagus.  Terbukti katanya saat Baznas membuka posko bantuan untuk warga Rohingya,  dalam sehari di area car free day bisa terkumpul Rp.  10 juta. (Jay)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI