Bawa Sajam dan Mabuk, Puluhan Berandalan Bermotor Diamankan Polisi

Puluhan berandalan bermotor saat diamankan polisi di kawasan Garut kota, Kabupaten Garut, Sabtu (28/10/17)***

GARUT,(GE).- Berpotensi menganggu keamanan dan ketertiban, puluhan remaja yang diduga kelompok berandalan bermotor diamankan anggota Polres Garut. Puluhan gerombolan bermotor ini diamankan polisi di kawasan Garut kota saat melakukan konvoi melintasi Jalan A Yani, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut, Sabtu, (28/10/17) malam.

Menurut Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Garut, Kompol Liman Heryawan, gerombolan bermotor ini diamankan guna mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan di Garut kota.

” Ya, ¬†ini sebagai antisipasi, kalau ini kami biarkan khawatir terjadi sesuatu yang tidak diharapkan,” katanya.


Dijelaskannya, dalam operasi cipta kondisi tersebut, polisi mendapati gerombolan bermotor dari salah satu kelompok berandalan bermotor berkonvoi menyusuri ruas jalan di kawasan Garut kota. Saat memasuki kawasan kota langsung diamankan karena khawatir terjadi bentrokan dengan kelompok bermotor lainnya.

” Dari informasi ada beberapa kelompok seperti Brigez dan XTC, kita khawatir terjadi gesekan,” tandasnya.

Diungkapkan Liman,  kelompok XTC yang diamankan sebanyak 79 orang, beberapa orang diantaranya ada perempuan yang masih di bawah umur dan berstatus pelajar. Disamping itu, sejumlah speda motor diperiksa kelengkapan surat suratnya.

“Kita juga mengamankan sajam (senjata tajam) pemiliknya sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tukasya.

Puluhan berandalan bermotor atau genk motor yang terjaring operasi, saat itu dikumpulkan di halaman sekretariat salah satu partai di kawasan Jalan A Yani untuk dilakukan pendataan. Sebagian dari mereka dalam kedapatan dalam kondisi mabuk minuman keras.

“Tindakan selanjutnya kami data, lalu diberi pembinaan dan memanggil orang tuanya, terutama yang perempuan, untuk kendaraannya kita amankan juga,” tegasnya.

Menurut Kompol Liman, operasi cipta kondisi Polres Garut rutin dilaksanakan dengan melibatkan seluruh satuan dengan sasaran pelaku pencurian sepeda motor, pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan, juga penyakit masyarakat lainnya. (Memphis/ Useu)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI