Baru Dibangun, Jalan Beton Singajaya – Cigugur Rusak Lagi

SINGAJAYA, (GE).- Upaya keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melaksanakan pembangunan dengan prioritas infrastruktur dengan mengutamakan pembangunan jalan berkualitas baik, tampaknya tidak serta merta berjalan mulus. Setidaknya ini terlihat dengan masih adanya keluhan masyarakat terkait betonisasi jalan Cigugur-Singajaya tahun 2015, yang sekarang sudah kembali rusak.

Kepala Desa Pancasura, Kecamatan Singajaya, Saefullah mengatakan, di beberapa bagian jalan tersebut sudah ada yang mengalami kerusakan. Saat terjadi hujan besar, luapan air tumpah ke jalan. Diduga, hal tersebut terjadi karena pembangunan jalan tidak disertai dengan perbaikan drainase.

“Apalagi sekarang curah hujannya tinggi. Infrastruktur seperti drainase juga tak memadai. Akibatnya jalan jadi rusak karena air sering meluap ke jalan,” ujar Saefullah, Senin (11/4).

Saefullah mengaku sangat mengapresiasi pembentonan jalan yang dilakukan Bupati Garut, Rudy Gunawan. Hanya saja Saefullah menyayangkan jalan yang cepat rusak karena tidak adanya drainase.

Selain tak tersedianya drainase, lanjut Saefullah, banyaknya alih fungsi lahan hutan menjadi kebun palawija. Hal tersebut berdampak pada sering terjadinya longsoran tanah di Jalan Cigugur-Singajaya.

“Di Banjarwangi dan Singajaya itu konturnya berbukit-bukit. Harusnya ditanami tanaman keras, sekarang malah berubah menjadi lahan palawija. Yang menanamnya pun banyak orang luar seperti dari Samarang bahkan dari Bandung,” ucapnya.

Jika terus dibiarkan, lanjut Saefullah, dalam jangka panjang bisa menyebabkan longsor yang besar. Saat ini pun dampak alih fungsi tersebut sudah sangat dirasakan warga. “Masuk musim kemarau warga akan kesulitan mendapatkan air. Saat musim hujan dampaknya akan longsor karena tidak ada serapan air,” katanya.

Saefullah meminta agar Pemkab Garut bisa lebih maksimal dalam menata Jalan Cigugur-Singajaya. Jika perawatannya baik, maka kondisi jalan pun akan awet digunakan.

“Jalan itu kan sudah lama rusak dan baru dibetulkan lagi. Kami minta Bupati turun tangan dan tegas. Terutama soal alih fungsi lahan. Soalnya bisa membuat longsor ke jalan. Kami juga minta kejelasan status tanah itu. Apakah sewa atau seperti apa?” ujarnya.

Mildan (30), warga Singajaya mengatakan jika saat ini kondisi jalan memang sudah bagus dibanding beberapa tahun lalu. Jalan yang telah dibeton itu kini membantu akses warga. Hanya saja warga masih merasa khawati karena seringnya terjadi longsor di beberapa titik.

“Kami berterima kasih kepada pak Bupati sudah diperbaiki jalannya. Tapi sekarang warga masih ketakutan sering terjadi longsor. Beberapa kali jalan di Banjarwangi dan Singajaya ini sering tertutup longsoran,” kata Mildan. (Slamet Timur)***