Bapusipda Garut Mencatat, Ribuan Arsip Penting Rusak Akibat Banjir

TARKI, (GE),- Bencana banjir bandang Sungai Cimanuk yang terjadi Selasa (20/9/2016) lalu, selain menyebabkan puluhan nyawa melayang, dan menghancurkan ratusan bangunan dengan segala isinya, juga merusak sekitar 35 ribu buku dan 5.195 bok arsip, serta dokumen-dokumen penting sejarah tentang Pemerintahan Kabupaten Garut.

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Kabupaten Garut, Hj. Lisnawati menjelaskan, selain buku-buku umum, arsip yang berada dalam file-file komputer, juga foto-foto sejarah tentang Kabupaten Garut pun rusak terendam air yang bercampur lumpur.

“Sekitar 35.000 eksemplar buku berbagai jenis, sejarah Garut dan sebanyak 5.195 boks arsip Pemkab Garut terendam dan kini kondisinya rusak. Kalau yang hilang tidak ada tapi buku-buku, arsip-arsip, komputer, proyektor film jaman dulu, foto-foto sejarah Garut semuanya rusak karena terendam,” kata Lisnawati di Kantornya, Jumat (14/10/2016).


Menurut mantan sekretaris Disdukcapil Kab. Garut itu, saat ini semua buku-buku, arsip-arsip, foto-foto dan yang lainnya sedang dipilah-pilah, dan dibersihkan dengan bantuan tenaga ahli dari Perpustakaan dan Arsip Nasional yang datang dari Jakarta.

“Kalau jumlah buku atau arsip, dan dokumen yang bisa di gunakan lagi belum dihitung. Tapi yang pasti masih ada yang bisa dipakai atau diselamatkan. Sekarang kami sedang berupaya menyelamatkan arsip-arsip tersebut. Ya mudah-mudahan banyak lah. Jadi sekarang masih dalam proses, ya tentunya bertahap. Kalau yang hilang tidak ada tapi yang rusak saha banyak,” ujarnya.

Dijelaskan Lisnawati, banyak pula koleksi Departemen Penerangan (Deppen), arsip-arsip SKPD Pemda yang rusak termasuk foto-foto bangunan Garut tempo dulu. Sekarang ini pihaknya sedang meminta bantuan dari para SKPD untuk datang ke Bapusipda memeriksa dokumen-dokumen atau arsip-arsip milik mereka, agar dicek kembali mana yang bisa dipakai atau yang rusak.

“Sekarang arsip milik para SKPD sudah dikelompok-kelompok.Kalau yang rusak tentunya akan kami buang. Sedangkan arsip-arsip tentang sejarah atau foto-foto Kabupaten Garut dulu tentunya akan mencari lagi ke berbagai pihak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Lisnawati menceritakan, kantornya terendam banjir bandang setinggi 2 meteran lebih, dan sedikitnya terdapat 20 truk sampah dan lumpur yang diangkut dari lingkungan Kantor Bapusipda yang berada di Jalan RSU Desa Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul itu.

“Kantor kami terendam air dan lumpur setinggi dua meter. Beruntung arsip atau dokumen penting lainnya disimpan dilantai dua. Kalau semuanya terendam wah sulit mencarinya lagi. Sekarang juga dengan kondisi yang ada tentunya kami akan meminta bantuan kepada semua pihak. Kalau buku bisa diganti atau mencari lagi mudah, tapi kalau dokumen-dokumen sejarah ya sulit juga,” kata Lisnawati. (Dief)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI