Banyak Faktor, Garut Masih Belum Mampu Produksi Bawang Putih

Ilustrasi bawang putih. ISTIMEWA.

GARUT, (GE).- Belakangan petani Kabupaten Garut diindikasikan masih  belum mampu memproduksi bawang putih untuk memenuhi permintaan pasar lokal. Hal tersebut dianggap tidak memberikan keuntungan finansial dibandingkan menanam jenis sayuran lainnya. Kondisi ini berdampak pada pesndistribusdian bawang putih yang harus didatangkan dari luar kota, bahkan impor.

“Bawang yang dijual di kita masih impor, karena Garut belum mampu memproduksi bawang putih,” ujar Plt Kadis Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga, Kamis (03/05/2018).

Menurut Beni, Kabupaten Garut merupakan daerah pertanian dengan berbagai jenis sayurannya yang selama ini mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal di Garut maupun beberapa kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Namun tanah yang subur di Garut ini, ternyata tidak menjadi daya tarik para petani untuk menanam bawang putih, petani lebih cenderung menanam bawang merah dan komoditas sayuran musiman lainnya.


“Banyak faktor kenapa petani tidak mau menanam bawang putih, seperti masalah kecocokan lahan, atau biayanya lebih tinggi sementara keuntungannya sama dengan menanam jenis sayuran lainnya,” katanya.

Dijelaskannya, persoalan yang menjadi pertimbangan petani tidak mau menanam bawang putih yaitu terkait biaya atau modal tanam hingga perawatan sampai panen yang cenderung tinggi.

“Bahkan petani di Garut, membandingkannya dengan biaya untuk tanaman bawang merah dalam satu hektare dapat menghasilkan tujuh ton, sedangkan bawang putih hasilnya 4 ton, sementara besaran modal dan harga jualnya sama di pasaran. Hasil produksinya tidak maksimal, artinya petani gak mau menanam bawang putih karena biayanya tinggi,” katanya.

Ia menyampaikan, persoalan produksi bawang putih itu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk berusaha mendorong petani agar mau menanam bawang putih dengan disediakannya bibit dan lahan.

“Pemerintah (Pemda Garut/red.) sedang mencoba menanam bawang putih di lahan seluas 10 hektare di Kecamatan Bayongbong dengan harapan Garut menjadi daerah pemasok bawang putih. Kita coba tanam di Bayongbong, bibitnya sementara didatangkan dulu dari Lombok,” ungkapnya. (Tim GE)***

Editor: kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI