Bantuan Sapras Sekolah akan Cepat Terealisasi, Ini Syaratnya

Drs. H. Asep Wawan Budiman, M.Si., (Kasi Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Garut)/ foto: Kang Cep/GE.***

GARUT,(GE).- Untuk saat ini sepertinya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak lagi memerlukan proposal dari sekolah untuk penyaluran bantuan pembenahan sarana dan prasarana (sapras) sekolah.

Kemendikbud akan murni menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk program-program unggulan Kemendikbud. Termasuk di dalamnya bantuan rehabilitasi sapras sekolah. Demikian diungkapkan Drs. H. Asep Wawan Budiman, M.Si., yang merupakan Kasi Sarana Prasarana pada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

” Salah satu prasyarat direalisasikannya program bantuan sekolah, termasuk bantuan untuk sapras adalah validitas dapodiknya. Jadi untuk bisa segera mendapatkan bantuan dari pemerintah, pihak pengelola sekolah mutlak harus membenahi dapodiknya,” ungkap Asep Wawan, saat djumpai garut-express.com di kediamannya, kawasan Banyuresmi, Garut,  Ahad (18/11/2018).

Dijelaskannya, selain sebagai basis data rehabilitasi sarana-prasarana sekolah, dapodik juga digunakan untuk penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sekolah dihharapkan selalu meng-update  dapodiknya. Terlebih terkait data guru yang juga digunakan untuk penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG).

“ Ya, Kemendikbud sudah memberlakukan dapodik mulai tahun ajaran 2016 – 2017 lalu. Sehingga setiap lembaga sekolah harus memenuhi ketentuan  tersebut,” ujarnya.

Diungkapkannya, dapodik adalah sebuah sistem pendataan secara online yang digunakan untuk menjaring semua data terkait data kelembagaan dan kurikulum sekolah, data siswa, data guru dan karyawan serta data sarana dan prasarana setiap sekolah.

“Jadi validitas dapodik itu sangat penting untuk memperlancar terealisirnya bantuan dari pemerintah. Kami (Disdik Garut) memang sering mengajukan prposal bantuan sapras untuk sekolah sekolah yang ada di Garut. Namun, yang diajukan tersebut terkadang tidak terrelisasikan semuanya. Mungkin salah satunya karena terkendala validitas dapodik itu sendiri,” katanya.

Asep menambahkan, jika ada sarana sekolah yang memang benar-benar kondisinya memprihatinkan, pihaknya (Disdik) selalu berupaya untuk mendorng pemerintah agar segera membantunya.

“ Khusus untuk sekolah yang kondisinya benar-benar diperlukan bantuan memang harus menjadi prioritas. Tentunya dengan melalui prosedur yang telah ditentukan.  Kita (Disdik Garut/red.) selalu berupaya mendorong atau mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah,” tandasnya.

Menurutnya, dapodik sebagai satu-satunya acuan data yang digunakan Kemdikbud tentunya menjadikan dapodik ini memiliki peran yang sangat vital dan dengan beragam fungsi. Fungsi dapodik pada setiap tahunnya terus mengalami perkembangan terkait dengan perubahan kebijakan dan program yang dicanangkan Kemendikbud. (ER)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI