Bank Sampah Hade Jaya, Jadikan Sampah Lebih Bernilai

GARUT, (GE).- Mendengar kata “sampah” yang terbesit dalam pikiran kita sepertinya tak jauh dari kesan kotor, bau dan jauh dari kesan manfaat. Namun, kesan tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Jika sampah dikelola secara baik dan bijak niscaya tumpukan sampah itu bisa dimanfaatkan, bahkan bernilai ekonomi yang cukup menjanjikan.

Adalah Hendi Munawar,S.Pd.I (34) salah seorang tokoh pemuda inspiratif di kawasan Kecamatan Samarang,Garut yang kini tengah mewujudkan ide inovatifnya dalam hal pengelolaan sampah. Kegiatan yang dilakukan bersama pemuda pemuda lainnya ini diantaranya dengan mendirikan “Bank Sampah.”

Baru-baru ini Hendi bersama kawan kawan pemuda lainnya secara resmi menggelar launching Bank Sampah Hade Jaya. Launching Bank Sampah ini digelar di Kampung Cikamiri, Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Sabtu (4/2/2017).


Dalam gelaran ini juga, Bank Sampah Hade jaya langsung menerima “nasabah” yang merupakan warga sekitar. Warga tampak berbondong-bondong menyetorkan sampahnya masing-masing untuk dilakukan penimbangan, kemudian “ditabungkan” di Bank Sampah Hade Jaya.

Menurut Hendi, pendirian bank sampah yang digagasnya merupakan upaya penyadaran kepada masyarakat. Salah satunya, dengan adanya bank sampah ini masyarakat lebih sadar akan arti penting kebersihan.

Alhamdulillah, kami bersama kawan-kawan pemuda, khususnya di KNPI, berupaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan. Ya, salah satunya dengan mendirikan bank sampah ini,” ungkapnya.

Dijelaskannya,selain untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dengan bank sampah ini ada beberapa poin penting lainnya. Diantaranya dengan bank sampah diharapkan bisa merubah paradigma masyarakat dalam hal menyikapi sampah yang dihasilkan dari rumah tangga.

Disamping itu, dididrikannya bank sampah ini bertujuan untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah, membiasakan masyarakat memilah-milah sampah di rumah tangga dan mengolah/mendaur ulang sampah yang dihasilkan, bertambahnya pendapatan masyarakat dengan mengelola sampah menjadi bahan pupuk organik dan mengolah sampah plastik serta dari penjualan barang bekas yang masih bermanfaat, serta membuat sampah menjadi barang bernilai ekonimis.

“ Dengan adanyak bank sampah ini, tentu masyarakat juga apat menambah penghasilan. Karena saat mereka menukarkan sampah, mereka akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dan dicatat dalam “rekening” atau buku tabungan sampah yang mereka miliki. Masyarakat (nasabah/red.)sewaktu-waktu juga bisa mengambil uang pada tabungannya saat tabungan sampahnya sudah terkumpul banyak.” Jelasnya.

Dikatakannya, imbalan yang diberikan kepada “nasabah” tidak hanya berupa uang, tetapi ada pula yang berupa sembako dan kebutuhan sehari hari lainnya.

“ Dengan bank sampah tersebut, kita berharap bisa memotivasi masyarakat supaya meningkatkan kesadaran. Sehingga sampah tersebut tidak dibuang sembarangan. Dengan bank sampah, tentu sampah bisa bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Bersama kawan kawannya, Hendi menargetkan segera memiliki mesin daur ulang sampah organik maupun anorganik. Disamping itu, di tiap lingkungan warga bisa memilki tempat pembuangan sampah yang layak.

“Dengan bank sampah ini, kita berharap mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Memang dukungan Pemkab sangat penting, terlebih saat ini kita masih terbatas dengan fasilitas. Salah satu yang paling penting adalah ketersediaan mesin produksi daur ulang sampah plastik.” Harapnya.

Harapan utama Hendi bersama kawan-kawan pemuda seperjuangannya ini, tentunya bisa menciptakan lingkungan bersih dan sehat di tengah masyarakat.

“ Kita berupaya untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dan sehat. Kegiatan kami juga sebagai wujud kepedulian kami membantu Pemkab Garut Garut untuk mensosialisasikan kepada masyarakan akan kesadaran untuk mengelola sampah sesuai amanat UU nomor 18 tahun 2008, tentang pengelolaan sampah.” Tuturnya. (ER)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI