Bagi-bagi Unggas Ternak dan Sembako, Cara Majlis Tarbiyah Sambut Tahun Baru Islam 1440 Hijriah

Warga antri untuk mendapatkan unggas gratis yang dibagikan Majlis Tarbiyah Wanaraja, saat prosesi penyambutan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah di kompleks Majlis Tarbiyah Wanaraja, Kabupaten Garut, senin (10/09/2018)/ foto: Andri/ GE.***

GARUT,(GE).- Berbagai cara kaum Muslimin menyambut tibanya pergantian tahun baru Islam, mulai dari pengajian,pawai obor dan yang lainnya. Di Kabupaten Garut, dalam menyambut tahun baru Islam, 1 Muharam 1440 Hijriah (2018) ada salah satu kelompok pengajian yang menggelar acara sedikit berbeda.

Adalah Majlis Tarbiyah yang berada di kawasan Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, majlis ini menyamabut tahun baru 1440 Hijriah dengan cara membagi-bagikan sembako dan unggas ternak kepada warga sekitar.

Antusias warga sekitar tampak antusias, antrean panjang memenuhi kompleks Majelis Tarbiyah, Kecamatan Wanaraja, kemarin siang. Mereka berbaris menunggu giliran untuk mendapatkan sejumlah paket sembako, termasuk unggas semisal ayam kampung atau bebek.


Panitia acara, dalam hal ini Majlis Tarbiyah Wanaraja sengaja membagikan unggas, semisal ayam kampung dan bebek kepada para sopir angkutan umum, kusir delman, dan tukang ojek. Sedikitnya ada 1.000 ekor ayam kampung dan bebek dibagikan dengan harapan bisa kembali diternakkan.

” Untuk sejahtera tak hanya datang dari uang. Bisa dari ternak atau dari tanaman,” ucap KH Benghan Syarifudin, yang merupakan Pimpinan Majelis Tarbiyah kepada sejumlah awak media, Senin (10/9/2018).

Dikatakannya, pembagian ternak ini diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat agar kehidupannya bisa lebih sejahtera. Dengan berternak unggas, bisa jadi salah satu solusi meningkatkan taraf ekonomi.

Selama ini, Majelis Tarbiyah memang dikenal para jamaahnya untuk mendorong berwira usaha. Setiap jamaah yang sukses menjalankan usaha, diminta untuk menyalurkan pengalamannya ke jamaah yang lain.

Jamaah di Majelis Tarbiyah bukan hanya berasal dari Kabupaten Garut. Banyak yang berasal dari luar kota seperti Bandung dan Malang, Jawa Timur.

“Di Muharam sekarang tema kami yaitu jadilah solusi bagi negeri ini. Apalagi sudah masuk tahun politik. Harus membawa solusi pergantian itu,” katanya.

Sebelum prosesi membagikan unggas ternak, jamaah Majelis Tarbiyah menggelar pawai menyambut tahun baru Islam dengan mengelilingi ruas jalan di perkotaan Garut. Pawai juga untuk mengajak masyarakat memperingati tahun baru Islam.

Roki (37), salah seorang warga mengaku pemberian ayam kampung sangat bermanfaat. Warga Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja tersebut berniat untuk menernakkan ayam kampung yang diterimanya.

“Mudah-mudahan menjadi barokah ayam kampung ini. Bisa jadi jalan untuk membantu perekonomian keluarga,” ujar Roki.

Sementara itu Panitia Pawai Taaruf dari Majelis Tarbiyah Wanaraja, Deni Muhamad Arif, mengatakan pawai dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermotor. Sambil melantunkan shalawat, peserta pawai juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya tahun hijriah.

“Kebanyakan warga Garut. Tapi ada juga yang dari Malang, Jatim ikut merayakan tahun baru di sini,” kata Deni.

Pelaksanaan pawai, lanjutnya, sebagai pengingat pergantian tahun hijriah. Pasalnya masih ada masyarakat yang tak lupa tentang pergantian tahun Islam.

Selain pawai, pihaknya menyelanggarakan kegiatan sosial. Yakni pembagian 6000 paket sembako dan 1000 ekor unggas ternak berupa ayam kampung dan bebek untuk masyarakat.

Kegiatan terakhir dalam peringatan tahun baru hijriah dengan menggelar doa bersama yang dilaksanakan setelah Ashar sampai pergantian tahun, saat tibanya kumandang adzan Magrib. (Andri)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI