Badut Badut Itu Kembalikan Keceriaan Anak anak Korban Amuk Cimanuk

PASCABANJIR bandang yang menerjang penduduk di sepanjang kawasan bantaran sungai Cimanuk, September lalu, menyisakan duka yang teramat dalam, bahkan trauma, khususnya pada anak anak. Perlahan, kini para korban mulai menata kembali kehidupannya.

Kemarin, Senin(10/10/2016) ratusan siswa SDN Paminggir 1 Kecamatan Garut Kota yang mayoritas terkena dampak bencana banjir bandang mengikuti terapi trauma healing yang digelar Yayasan Paguyuban Rephal (Pare) Tasikmalaya.

Keceriaan kembali tampak dari wajah wajah polos mereka, setelah mendapatkan hiburan atraksi badut dan sulap yang ditampilkan pada acara tersebut.


Ketua I Yayasan Paguyuban Rephal, Amal Aulia mengatakan, kegiatan trauma healing dilakukan di SDN Paminggir 1 karena banyak siswa yang mengalami trauma dan enggan bersekolah pascamusibah banjir.

“Kami sengaja menghibur mereka dengan menghadirkan badut yang beratraksi sulap terkenal di Tasikmalaya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kegiatan trauma healing ini sangat membantu menumbuhkan kembali semangat siswa dalam mengikuti belajar. Bahkan mereka sudah terlihat ceria dan gembira, sesekali para badut menampilkan candaan yang mengundang tertawa ratusan siswa.

Selain memberikan kegiatan trauma healing, Yayasan Pare juga memberikan sejumlah bantuan untuk para siswa berupa perlengkapan belajar. Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana para pencinta alam dari luar jawa, yang sengaja menitipkan bantuannya.

Pihak Sekolah SDN Paminggir 1 pun sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan trauma healing dari Yayasan Pare Tasikmalaya ini.

“Kegiatan ini membantu mengembalikan kecerian anak-anak setelah melihat kejadian bencana banjir bandang yang telah menghancurkan rumahnya,” ujar Kepada SDN 1 Paminggir Ajat Sudrajat. (HakimAG)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI