Awali Harlah NU, PCNU Garut Lantik Pengurus MWC dan Ranting

GARUT, (GE).- Diawali dengan kegiatan Musabaqoh Qira Atil Kitab, rangkaian kegiatan Harlah (hari lahir) NU yang dihadiri KH. Rd. Amin Muhyiddin Maulani, serta wakil ketua PCNU Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, secara resmi dibuka.

Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Al-Majid Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Dalam kegiatan ini juga digelar prosesi pelantikan pengurus Majles Wakil Cabang (MWC) NU, Kecamatan Tarogong Kidul. Rabu (11/1/2016).

Ketua PCNU Kabupaten Garut, KH. Drs. Atjeng Abdul Wahid mengungkapkan, bahwa Nahdatul Ulama sebagai Ormas Islam terbesar di Indonesia terus berupaya berada ditengah tengah umat untuk mengayomi semua golongan yang merupakan aset bangsa Indonesia.

“NU akan tetap berupaya sekuat tenaga menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, dengan kekuatan kiyai dan para ulama NU akan terus menggerakan kaum nahdiyin atau masyarakat umunya untuk tidak terprovokasi terpancing bermain diranah konflik.” Kata Kiyai Atjeng Wahid, saat menyampaikan sambutannya.

Dijelaskannya, NU juga berupaya untuk mencegah tindakan anarkisme, berbagai fitnah dan adu domba yang selama ini begitu deras menimpa para ulama NU. Meski demikian, sedikitpun NU tidak akan pernah terpancing.

“Jika NU ikut dalam gejolak konflik dan silang pendapat mungkin dari dulu NKRI ini sudah hancur, tanpa mengecilkan peran ormas atau kelompok lain NU sudah teruji dari dulu dengan berbagai konflik yang terjadi di tanah air, NU selalu paling depat menjaga keutuhan NKRI, Nahdatul ulama adalah pengejawantahan Islam Indonesia yang berlandasan rahmatan lil alamin”. Paparnya.

Atjeng menambahkan Kegiatan Harlah NU terlebih dengan kegiatan Musabaqoh Qira Atil Kitab diharapkan semakin banyak warga NU yang memahami kitab kuning sebagai karya para ulama NU.

“Sekarang lagi musim musimnya orang sembarangan menafsirkan al-quran, berbekal pandai bahasa arab orang sembarangan menafsirkan al-quran, menafsirkan al-quran itu harus oleh ahlinya yaitu para ulama, dan kitab kuning adalah satu karya para ulama untuk mencairkan penafsiran yang sulit dipahami”, imbuhnya.

Sementara itu, Camat Tarogong Kidul Hj. Lilis Neti, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada kader NU. Hj, Lilis mengatakan, NU  telah memberikan kontribusinya dengan ikut serta dalam mensosialisasikan program yang dilaksanakan olah Kecamatan Tarogong kidul.

“Kami atas nama Pemerintah kecamatan Tarogong kidul mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga NU dalam mensukseskan programnya. NU menjadi salah satu yang terdepan dalam menjaga keharmonisan yang sekarang ini terus diguncang isu isu perpecahan.” ungkapnya. (Sidqi Al Ghifari)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN