Atasi Krisis Elpiji, Pemdes Binakarya Berinovasi Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Air

BANYURESMI,(GE).- Inovasi energi alternatif, efisien, ramah lingkungan dan ekonomis kini tengah digarap Pemdes Binakarya. Upaya ini diharapkan bisa menjadi solusi atas instabilitas harga dan ketersediaan bahan bakar elpiji yang belakangan membuat sebagian warga kelimpungan.

Dengan menggandeng Yayasan Lenterha, Desa Binakarya, Kecamatan Banyuresmi menggelar pelatihan tekhologi tepat guna, Kompor Bahan Bakar Air (BBA).

Sejumlah perwakilan masyarakat, muspika, pihak keamanan serta tamu undangan yang hadir tampak antusias menyimak materi serta demonstrasi yang digelar di aula gedung desa. Senin (11/06/2016).

Kepala Desa Binakarya, Asep Za, berharap program ini berjalan sukses dan dapat segera diaplikasikan oleh masyarakat di wilayahnya.

“Disamping efisien karena menggunakan bahan dasar air. Tekhnologi ini juga telah menempuh penyempurnaan sehingga dapat menghasilkan energi yang ramah lingkungan dengan menggunakan sistem elektrolisa.” Jelas Asep Za.

Dijelaskanya, molekul air (H2o) dalam konsep ini dapat dipecah menjadi dua atom hydrogen. Satu atom oksigen melalui bantuan tenaga listrik. Campuran kedua atom inilah lalu membentuk gas (HHO)/Brown gas yang kemudian menghasilkan energi api dengan suhu fleksibel sesuai derajat panas yang diinginkan.

“Disamping sistim elektrolisa, ada dua metoda lainya, yakni melalui sistim reaksi kimia dan reaktor air garam. Namun step by step. Saya ingin semua bersama-sama belajar, kemudian mengaplikasikanya dirumah. Sehingga nanti di Binakarya, warganya bisa ” Naheur cai ku cai.” Ucap Kades.

Usai proses pelatihan, Pemdes Binakarya mengaku bersiap melakukan tehknikal lanjutan. Upaya dimaksud, merupakan komitmen pihak desa dalam membantu permasalahan klasik masyarakat perihal kebutuhan primer masyarakat.

Pihak Pemerintahan Desa (Pemdes) Binakarya menyampaikan terima kasinya, khusus kepada Yayasan Lenterha yang telah membantu terselenggaranya pelatihan ini. Terlebih dengan mendatangkan langsung guru besarnya,Dicky Zaenal Arifin.

” Saat ini merupakan momentum tepat bila tekhologi BBA ini kita mulai dari desa. Kemudian menjadi besar dan memasyarakat secara luas. Kebetulan di Garut, baru di Desa Binakarya, yayasan kita bantu program ini mengingat komitmennya yang kuat.” Ujar guru besar Lenterha. (Doni Melody)***