Atasi Kesemrawutan Pasar Tradisional, Disperindagpas Garut Segera Lakukan Revitalisasi

WAWAN Nurdin Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Kadisperindagpas) Kabupaten Garut.

GARUT, (GE).- Sebagai upaya untuk mengatasi kesemrawutan dan meningkatkan kenyaman pengunjung, khususnya pasar tradisional di Kabupaten Garut, Pemkab Garut segera akan melakukan pembenahan. Salah satu upaya Pemkab Garut melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) adalah dengan dilakukannya revitalisasi pasar.

” Ya, salah satu paya untuk mengatasi kesemrawutan pasar tradisional ini, Pemkab Garut segera melakukan penataan dan revitalisasi terhadap beberapa pasar,” kata Wawan Nurdin, yang tak lain  Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Kadisperindagpas) Kabupaten Garut, Kamis (27/4/2017).

Wawan menjelaskan, pasar tradisional di Garut memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat. Potensi tersebut tentunya perlu didukung dengan sarana dan prasarana pasar yang memadai.


“ Sehingga memberikan kesan menarik, nyaman dan aman bagi pengunjung. Pasar itu memang harus nyaman, kalau nyaman akan banyak yang berbelanja,” katanya.

Dikatakannya,  Pemkab Garut juga berupaya membangun pasar tradisional tingkat desa maupun induk secara bertahap yang disesuaikan dengan besarnya anggaran. Sejak 2016 hingga 2017 tercatat sudah ada enam pasar desa dan pasar induk yang direvitalisasi.

“Yang sudah adalah Pasar Wanaraja, sekarang sedang direvitalisai Pasar Samarang dengan anggaran Rp 28 miliar,” tukasya.

Diakuinya, saat ini pemkab Garut  juga sedang merencanakan revitalisasi pasar lainnya seperti pasar tradisional di Bayongbong, Leles dan Kecamatan Pasirwangi. Menerutnya, banyak pasar yang perlu direvitalisasi, tapi sementara anggaran terbatas.

“Sebenarnya, banyak pasar yang perlu direvitalisasi. Namun tanun tahun ini sebagian tersedot untuk anggaran kebencanaan,” tandasnya. (ER)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI