Atasi Kasus DBD, Kadinkes Garut: Warga Harus Proaktif Lakukan PSN

GARUT, (GE).- Dalam rentang 4 bulan terakhir jumlah warga di Garut yang terkena susfek Demam Berdarah Dengue (DBD) ditenggarai cukup tinggi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (Kadinkes) Garut, dr.Tenny Swara Rifai,menyebutkan dalam kurun waktu tersebut sedikitnya ada 150 kasus susfek DBD.

Kadinkes Garut mengatakan, tingginya kasus DBD di Garut ini salah satunya terkait faktor cuaca. Dampak dari cuaca yekstrem inilah jadi salah satu pemicu timbulnya potensi penyakit berbasis lingkungan.

“Ya, dari bulan Maret hingga pertengahan April, tercatat ada sekitar 150 kasus susfek DBD. Kondisi ini tentunya harus diwaspadai,” katanya.


Menurut dr. Tenny, pihaknya telah melakukan validasi terhadap penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aides Aegepty.

“Untuk meminimalisir terjadinya kasus DBD Pemkab Garut selain melakukan sosialisasi juga melakukan tindak prepentif seperti fogging,” tukasnya.

Dijelaskannya, agar lebih epektif warga harus proaktif melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). PSN ini bisa dilakukan dengan program Tiga M, yaitu membersihkan, menguras, dan mengubur barang barang bekas yang biasa dijadikan sarang nyamuk.

“Cara ini akan lebih epektif ketimbang fogging,” tandasnya.

Berdasarkan hasil laporan dari puskesmas yang masuk ke Dinas Kesehatan Garut, DBD terpapar hampir merata di Garut. Namun yang paling berpotensi terjadi di lima kecamatan yang ada di kawasan perkotaan yang meliputi Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Karangpawitan, dan Banyuresmi. (ER)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI