APBD Garut Tahun 2016 Ditetapkan Rp. 3,7 Triliun, Fokus Pada Penguatan Infrastruktur

PEMKAB, (GE).- Melalui Rapat Paripurna DPRD Garut, sekitar pertengahan Desember 2015 lalu Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016. APBD Garut 2016 tersebut ditetapkan sebesar Rp 3. 751. 665. 815. 974, naik sekira 0,7 % dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 3,2 Triliun lebih.

Adapun rincian APBD 2016 sebesar Rp 3. 751. 665. 815. 974 tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 466. 734. 850. 329, Dana Perimbangan sebesar Rp 2. 201. 272. 804. 599, dan Lain lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp 1. 083. 658. 161. 046. Dari nilai tersebut akan didistribusikan dalam pos belanja sebagai berikut : Belanja Tidak Langsung terdiri dari Belanja Pegawai, Hibah, Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil, Bantuan Keuangan Kepada Pemerintahan Desa dan Belanja tidak Terduga seluruhnya mencapai sebesar Rp 2. 508. 333. 218. 888. Selanjutnya, Belanja Langsung yang terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang Jasa dan Belanja Modal, sebesar Rp 1. 214. 832. 597. 085. Serta Pembiayaan Daerah sebesar Rp 28. 500. 000. 000.

Menurut Bupati Garut Rudy Gunawan, secara umum, tema APBD Garut 2016 adalah untuk penguatan infrastruktur, seperti perbaikan jalan dan jembatan, irigasi serta untuk penguatan perekonomian masyarakat dan penciptaan lapangan kerja. Hal lain yang juga menjadi prioritas APBD adalah masalah Pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Jauh jauh hari sebelum APBD ditetapkan, dalam berbagai kesempatan, Bupati Garut, Rudy Gunawan telah mengemukakan harapannya, APBD 2016 akan selesai dibahas sebelum bulan Januari. Dia juga memasang target, paling lambat pertengahan Januari 2016 telah mulai pelaksanaan lelang proyek proyek yang akan digulirkan dan dibiayai oleh APBD murni 2016.

Dalam wawancara dengan wartawan menjelang pergantian tahun 2015 ke 2016, Bupati menyebutkan, beberapa proyek yang akan dikerjakan tahun 2016 ini, antara lain, perbaikan jalan kabupaten sepanjang 80 km, pembangunan masjid di komplek Islamic Center, memulai pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) dan beberapa kegiatan lain yang tertunda di tahun sebelumnya.

“Beberapa yang akan kami kerjakan tahun 2016 antara lain kami akan memperbaiki jalan kabupaten sepanjang 80 km, yang selama ini tertunda juga akan kami bangun masjid di komplek Islamic Center. Masa Islamic Center kok gak ada masjidnya, maka akan kita prioritaskan juga. Nah khusus untuk pembangunan GOR, pada bulan januari akan disosialisasikan secara khusus dengan melibatkan pihak pihak terkait” kata Bupati, di Pendopo Garut, (31/12/15).

Selain itu, kata Rudy, pada tahun anggaran 2016 pihaknya juga akan merealisasikan program “Bebas Buang Air Besar Sembarangan” yang akan ditargetkan untuk 100 desa di Kabupaten Garut. Terkait menghadapi isu akan terjadinya kemarau panjang pada tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Garut juga akan memprogramkan penguatan penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat.

“Dalam bidang kesehatan masyarakat, kami akan programkan bebas buang air besar sembarangan untuk 100 desa, disamping penguatan penyediaan sarana air bersih, karena katanya tahun 2016 akan terjadi kemarau panjang,” imbuhnya.

Terkait dengan janji politik ketika kampanye, Rudy mengakui memang belum semua janji politiknya terpenuhi, namun dia merasa optimis secara bertahap selama periode kepemimpinannya bersama dr. Helmi Budiman apa yang telah dijanjikan sebagaimana tertuang dalam RPJMD akan dapat direalisasikan hingga akhir masa jabatannya kelak.

Ketika dimintai pendapatnya tentang komposisi dan postur APBD Garut 2016, Haryono, salah seorang peneliti Masyarakat Peduli Anggaran Garut (MAPAG), mengaku belum bisa banyak berkomentar. Pasalnya, hingga kini pihaknya belum mendapatkan dokumen resmi mengenai APBD Garut 2016. “Saya belum mendapatkan dokumen APBD Garut 2016 hasil evaluasi Gubernur, maka saya belum bisa banyak berkomentar,” tukasnya.

Kendati demikian, Haryono menandaskan, jika menyimak informasi dari berbagai media, pihaknya menduga, kinerja APBD Garut 2016 ini merupakan penguatan dari kinerja APBD 2015 yang lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur.

“Kelihatannya memang untuk penguatan program program tahun sebelumnya, dan tentu itu baik baik saja,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Haryono meminta kepada Bupati agar membuka kepada publik mengenai capaian kinerja tahun 2015 dan sejumlah persoalan yang mencuat ke ruang publik. Dia mencontohkan, hingga tri wulan ke 3, bulan September 2015, serapan APBD 2015 baru mencapai sekitar 53%, sehingga dalam waktu sekira dua bulan hingga harus mampu menghabiskan anggaran lebih dari 40% dari total APBD sebesar Rp. 3,2 triliyun di tahun 2015.

Meski sempat dibantah oleh Bupati, bahwa sebenarnya, meski serapan APBD hingga September baru mencapai sekitar 53%, itu tidak menjadi persoalan. Karena, sebenarnya semua program dan kegiatan telah habis dilelangkan dan dikerjakan, hanya saja, karena pekerjaan belum selesai maka belum seluruh dana dibayarkan, sehingga masih mengendap di APBD. Bupati merasa optimis pada akhir tahun anggaran, serapan APBD akan mencapai 100%.

Menyikapi hal ini, Haryono hanya menginginkan agar Bupati lebih terbuka terhadap masyarakat agar tidak mengundang kecurigaan. Karena, kata Haryono, beberapa isu yang masih menjadi perhatian publik seperti adanya deposito senilai Rp 100 milyar dan capaian kinerja yang begitu rendah masih menjadi pertanyaan masyarakat.

“Kenyataannya, masyarakat masih mempertanyakan tentang deposito yang Rp 100 milyar itu, bahkan secara kasat mata juga kita melihat beberapa proyek fisik, seperti perbaikan jalan yang baru dikerjakan pada awal tahun 2016 ini. Itu kan pasti anggaran 2015, ” papar Haroyono.

Disisi yang lain, Haryono cukup memberikan apresiasi atas kemauan dan berbagai upaya yang dilakukan Bupati untuk optimalisasi kinerja, misalnya dengan mengadakan rotasi dan mutasi pejabat dan usaha untuk mengundang minat investor sebanyak-banyaknya. “Semoga Pak Bupati di tahun 2016 lebih konsentrasi dengan tugas tugasnya dalam kinerja pemerintahan. Kalo gak penting penting amat, gak usah terlalu sering ke luar negeri lah,” pungkas Haryono. (Slamet Timur)***