Aparat Desa Pasanggrahan Korban Pembacokan, Akhirnya Meninggal Dunia di Rumah Sakit

GARUT,(GE).- Awan duka cita tengah menyelimuti Desa Pasanggarahan, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Mustofa (52) salah seorang aparatur Desa Pasanggrahan yang menjadi korban pembacokan oknum warga berinisial Y (34) akhirnya sekira pukul 17.30 WIB menghembuskan nafas teriakhirnya setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Slamet Garut, Rabu (15/8/2018).

Dalam pemberitaan sebelumnya, Mustofa (alm) mengalami luka parah di bagian kepalanya akibat sabetan kapak pelaku, Senin (13/8/2018). Usai melakukan aksi brutalnya, pelaku sendiri langsung kabur, sementara Mustofa terkapar bersimbah darah.

Sempat dlarikan ke rumah sakit dan mendaatkan perawatan intesif, namun luka parah yang diderita Mustafa akhirnya berujung maut.


Saat dikonformasi wartawan, Kades Pasanggrahan, Muharam, membenarkan bahwa aparat desanya meninggal setelah dirawat beberapa hari di RSUD.

“ Saya mendapat pesan lewat pesan Whatshapp, Kang Mustofa meninggal. Saat ini kami seluruh aparat desa tengah kumpul di kantor desa untuk menyambut kedatangan jenazah,” ungkapnya, Rabu (15/08/2018) malam.

Neburut Kades Pasanggrahan, almarhum merupakan sosok aparatur desa sekaligus tokoh yang cukup dikenal baik oleh masyarakat sekitar. Almarhum juga merupakan salah satu putra ulama terkemuka , yakni KH. Masduki. “Beliau ahli rukyah dan hisab,” ujarnya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI