Aparat Bersama Warga Cisewu Segel Tambang Batu Pasir Cikawung

CISEWU,(GE).- Sejumlah aparat gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP bersama warga stempat menyegel tambang batu-pasir (galian C) illegal yang berlokasi di Kampung Cikawung, Desa Nyalindung, Kecamatan Cisewu, beberapa hari yang lalu.

Penyegelan ini dilakukan lantaran lokasi galian tersebut berada tepat di pinggir jalan raya penghubung Bandung- Garut. Keberadaan galian batu-pasir ini belakangan dikeluhkan warga, karena berdampak pada kontur tanah di daerah tersebut sehingga sering terjadi longsor yang membahayakan pengguna jalan.

Wawan (40) salah seorang pengguna jalan mengaku riskan setiap kali melintas jalan ini. ‘’ Saya merasa was was jika melintas di lokasi galian ini,karena galian batunya ada diatas jalan dan kadang ada batu batu yang jatuh hingga ke tengah jalan. Saya khawatir kalau kita lagi lewat tiba-tiba ada batu jatuh dan menimpa pengguna jalan, ‘’ ungkapnya.

Dari hasil informasi yang berhasil dihimpun ‘GE’ penambangan batu-pasir ini milik PD Hanjuang Wangi Bandung dan tidak mengantongi ijin resmi . “Walaupun sebelumnya dikabarkan sudah memiliki izin namun sudah habis dan tidak diperpanjang,’’ ungkap salah seorang warga.

Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Cisewu, Deden Farid Setiawan mengatakan, bahwa pada pertengahan tahun 2015 lalu telah digelar forum rapat bersama antara pemerintah setempat dengan pemilik perusahaan galian, sehinnga keluar surat kesepakatan bersama yang dituangkan dalam berita acara.

“Waktu itu kita sudah ada kesepakatan, kalau pihak perusahaan tidak akan melakukan kegiatan penggalian lagi sepanjang tidak memiliki izin resmi. Itu ada berita acaranya,namun sayangnya mereka membandel bahkan tiap hari terus melakukan galian,” kata Deden.

Dikatakannya pada hari Selasa (12/01/ 2016) telah dipasang di lokasi galian berupa baligo penyegelan yang isinya berita acara hasil pertemuan itu. “Sala satu poinnya berisi pernyataan dari perusahaan, bahwa pihaknya siap diajukan ke ranah hukum jika perusahaanya masih beroprasi,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cisewu, Aiptu Dikdik Gunardi, menegaskan, bahwa tidak hanya pernyataan kesepakatan saja yang telah dilakukan. Pihak aparat bahkan sudah sering memberikan teguran kepada perusahaan tersebut, namun ditaatinya hanya beberapa hari saja.

“Rasanya kita telah melakukan peringatan secara persuasif, sayangnya mereka tidak mengindahkanya. Jika setelah disegel masih ada aktivitas penggalian, kami tidak akan ragu untuk meangkap pelaku,” tandasnya. (Deni/Siti)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN