Antusiasme Pendaftar Tinggi, Peserta Moka 2016 Minim Pengetahuan Budaya

KOTA, (GE).-  Ajang kompetisi “Mojang Jajaka”  menjadi salah satu “helaran” kontes yang sangat dinantikan, khususnya oleh kaum remaja di Kabupaten Garut. Tak pelak, dalam penyelenggaraan tahun ini (2016) tidak kurang dari 500 mojang dan jajaka (Moka) mendaftarkan diri menjadi peserta ajang tahunan ini.

Menurut Budi Gangan Kepala Dinas Budayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, didampingi  Yeni Yunita, selaku Kasi Atraksi Wisata, antusias dari para peserta sangat tinggi. Bahkan dari Garut selatan banyak peserta yang mendaftar dan masuk ke final.

“Antusiasmenya sangat tinggi, sampai banyak yang dari daerah, misalnya dari Garut selatan mulai ikut serta,” katanya saat ditemui di malam grand final Moka 2016, Sabtu Malam (15/10).


Dikatakannya, ajang ini menjadi salah satu refresentasi dari masyarakat Garut, terutama anak muda yang sedang ingin memberikan kontribusi  kepada pemerintahan daerah.

“Banyak mojang jajaka yang sangat potensial, sampai – sampai kami sebagai dewan juri kebingungan memilih para finalis karena semua bagus – bagus,” tuturnya.

Budi Gangan, menyebutkan pada ajang moka tahun ini memang ada katagori yang dihapus dari biasanya. Bila biasanya katagori dibagi dua, yaitu katagori anak – anak dan umum, sekarang hanya ada katagori umum  saja.

“ Pasalnya, dari Provinsi Jawa Baratnya hanya dipertandingkan katagori umum saja. ” Katanya.

Sementara itu, ajang Moka tingkat Jabar sendiri akan diselengarakan pada bulan November (2016) mendatang. Diharapkannya, mojang dan jajaka dari Garut bisa memberikan kontribusi  positif.

“Memang terakhir kita mendapatkan juara moka Jabar pada tahun 2011 lalu. Kita selalu optimis menang,  mudah – mudahan tahun ini kita bisa kembali meraih hasil yang maksimal,” ucapnya.

Namun yang sangat disayangkan ialah salah satu yang jadi pijakan para peserta moka yakni, minimnya pengetahuan terkait kebudayaan. Menurut Yeni, para peserta memang sangat minim pengetahuan tentang budaya, khusunya budaya Garut.

“Makanya kita karantina semua peserta dan diberikan pengetahuan kebudayaan, khususnya budaya Garut,” katanya.

Dalam helaran Moka 2016 ini, sepasang remaja dinobatkan sebagai ‘Mojang Jajaka Pinilih.’ Mereka adalah Rahma Wulan dan Genja Damai Aulia, Bagi para pemenang  ini berhak mendapat hadiah dari pihak penyelenggara, berupa  trophy, tiket umroh dan tour ke Malaysia. Sementara itu, untuk Wakil  1 diraih oleh Hilda-Luthfi dan wakil 2 oleh  Yayu-Relandi. (Dief)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI