Antisipasi Konflik dalam Pilkada Garut, Panwaskab Sebut Semua Paslon Berpontensi Menang

Ketua Panitia Pengawas Kabupaten (Paswaskab) Garut, Heri Hasan Basri, saat diwawancarai sejumlah awak media usai menggelar Dialog Publik, di Gedung STIE Yasa Anggana Garut, Sabtu,(13/01/2018)/ foto: Rangga/GE.

GARUT, (GE).- Seperti diketahui, pada bulan Juni 2018 di wilayah Jawa Barat (Jabar) akan dihelat pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak. Sedikitnya ada 16 Kabupaten/ kota akan menggelar hajat tahunan tersebut, dan salah satunya Kabupaten Garut.

Dari 16 Kabupaten/ kota yang akan menggelar Pilkada, Kabupaten Garut diprediksi menjadi salah satu wilayah yang potensial terjadi konflik. Demikian diungkapkan Ketua Panitia Pengawas Kabupaten (Paswakab) Garut, Heri Hasan Basri usai menggelar Dialog Publik, di Gedung STIE Yasa Anggana Garut, Sabtu,(13/01/2018).

Menurut Heri, hal tersebut didasarkan pada tingkat kerawanan yang terungkap dalam catattan rapor Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI).


“Dalam Pilkada Garut tahun ini (2018) semuanya berpotensi menang. Seperti kita ketahui keenam pasangan calon (paslon) terdiri dari 2 mantan Bupati, 1 Petahana, 1 mantan sekda dan 2 paslon dari perseorangan. Semua paslon berpotensi menang, sehingga ada peluang juga memicu konflik antar pendukung,” katanya.

Heri menambahkan, pihaknya telah melakukan langkah-langlah antisipatif untuk meredam terjadinya konflik dalam pilkada 2018. “Kita lakukan langkah-langkah antisipatif, diantaranya kita telah berkoordinasi dengan pihak aparat keamanan, dan sosialisasi langsung kepada masyarakat agar ikut andil untuk kelancaran pelaksanaan pilkada,” katanya. (Rangga)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI